www.bisnistoday.co.id
Senin , 16 Maret 2026
Home HEADLINE NEWS Surplus Neraca Perdagangan Juli 2025 Konsisten Tinggi, Ekspor Nonmigas Jadi Penopang
HEADLINE NEWS

Surplus Neraca Perdagangan Juli 2025 Konsisten Tinggi, Ekspor Nonmigas Jadi Penopang

PELABUHAN PRIOK
TRUK bermuatan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kinerja neraca perdagangan Indonesia terus menunjukkan tren positif. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, sepanjang Januari–Juli 2025, Indonesia berhasil mencatatkan surplus kumulatif sebesar USD 23,65 miliar, naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai USD 16,25 miliar.

Lonjakan ini terutama ditopang oleh surplus nonmigas yang mencapai USD 34,06 miliar, meningkat dari USD 28,49 miliar pada Januari–Juli 2024. Amerika Serikat, India, dan Filipina menjadi tiga mitra dagang utama dengan kontribusi terbesar.

“Pada Juli 2025 saja, Indonesia tetap membukukan surplus tinggi sebesar USD 4,17 miliar, melanjutkan tren positif selama 63 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Mendag Budi Santoso di Jakarta, Rabu (3/9).

Sementara, secara kumulatif, ekspor Indonesia Januari–Juli 2025 mencapai USD 160,16 miliar, tumbuh 8,03 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas mendominasi dengan nilai USD 152,20 miliar atau naik 9,55 persen.

Kontribusi terbesar ekspor nonmigas berasal dari:

  • Industri pengolahan: 84,19%
  • Pertambangan & lainnya: 13,21%
  • Pertanian: 2,60%

Ekspor sektor pertanian naik tajam 43,62 persen, ditopang oleh komoditas kopi, kelapa, dan buah pinang. Sementara itu, industri pengolahan juga mencatat pertumbuhan positif 17,40 persen, meskipun ekspor pertambangan turun 25,65 persen (CtC).

Tiga komoditas nonmigas dengan pertumbuhan tertinggi adalah:

  • Kakao dan olahannya: naik 108,39%
  • Kopi, teh, dan rempah-rempah: naik 69,93%
  • Aluminium dan produk turunannya: naik 68,57%
Pasar Ekspor Utama

Budi Santoso dalam keteranganya menambahkan, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi pasar utama ekspor Indonesia dengan total nilai USD 63,22 miliaratau 41,53 persen dari ekspor nonmigas nasional.

Namun, pertumbuhan tertinggi justru terjadi di negara-negara non-tradisional, antara lain:

  • Swiss: naik 147,12%
  • Mesir: naik 48,31%
  • Thailand: naik 40,81%
  • Bangladesh: naik 39,13%
  • Brasil: naik 37,55%

Dari sisi kawasan, ekspor Indonesia ke Asia Tengah tumbuh 81,22%, Afrika Barat 67,16%, dan Afrika Timur 53,42%./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Menhub
HEADLINE NEWS

Pemudik Diimbau Antisipasi Cuaca Ekstrem Saat Penyeberangan Jawa – Sumatra

SERANG, Bisnistoday  - Pemudik yang melintasi Pelabuhan Penyeberangan Merak – Bakahueni serta...

Emas Batangan
HEADLINE NEWS

Permintaan Global Meningkat, Picu Kenaikan HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua Maret 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Harga Patokan Ekspor (HPE) komoditas konsentrat tembaga (Cu ≥...

Trafik Tol Cikampek
HEADLINE NEWS

Ratusan Ribu Kendaraan Meninggalkan Jabotabek, Jasa Marga Berlakukan Diskon Tarif Tol 30% Mulai 15 Maret 2026

JAKARTA, Bisnistoday- PT Jasa Marga mencatat terjadi peningkatan arus lalu lintas meninggalkan...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Gejolak Geopolitik dan Perang Dagang Bayangi Pasar Global, Investor Beralih ke Aset Aman

JAKARTA, Bisnistoday - Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat. Kombinasi ketegangan geopolitik, konflik...