JAKARTA, Bisnistoday- Berbagai tantagan ekonomi pada tahun 2022, seperti penyebaran virus Corona varian Omicron, potensi kenaikan inflasi hingga pengurangan pembelian aset oleh Bank Sentral Amerika Serikat (Tapering Off) akan dapat dilalui jika seluruh pemangku kepentingan terus bekerja keras bersama.
“Saya kira tantangan itulah yang akan kita hadapi. Dan saya meyakini dengan semangat kerja keras bersama, tantangan-tantangan itu akan kita lalui dengan baik,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2022 di Jakarta, Senin (4/22).
Kepala Negara mengatakan, pemulihan perekonomian domestik dapat terus berlanjut pada 2022. Terdapat beberapa tantangan yang harus segera diantisipasi seperti dampak kebijakan memitigasi persebaran Omicorn terhadap kegiatan ekonomi, kelangkaan kontainer barang, kelangkaan sumber energi di berbagai negara yang bisa menghambat ekspor, hingga potensi meningkatnya inflasi. “Inilah yang harus kita tingkatkan tahun 2022, meski kita tahu masih akan banyak tantangan-tantangan yang akan kita hadapi,” katanya.
Jokwi menjelaskan, pada 2021 indikator perekonomian domestik terus bergerak membaik. Misalnya, indeks keyakinan konsumen yang pada akhir November 2021 meningkat menjadi 118,5, dan juga indeks pembelian barang di manufaktur (Purchasing Manager’s Index/PMI) yang meningkat menjadi 53,9. “Optimisme melihat angka-angka seperti ini harus kita tunjukkan,” katanya.
Presiden mengutarakan, di pasar modal domestik, Indonesia mendapat tingkat imbal hasil (return) hingga 10,1 persen. Pencapaian itu lebih baik dibandingkan dengan Filipina, Malaysia, dan Singapura. “Kita juga masih yang paling atas. Singapura di 9,8 (persen), Malaysia minus 3,7 (persen), Filipina minus 0,2 persen, kita di 10,1 persen,” katanya.
OJK Optimistis
Dalam kesempatan sama, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menyatakan bahwa pihaknya optimistis menghadapi tantangan-tantangan ekonomi pada 2022 mulai dari varian baru Omicron hingga normalisasi kebijakan oleh negara-negara maju.
“Kita tahu pencapaian di 2021 ini tidak membuat kita berpuas diri. Pertama adanya varian baru Omicron di beberapa negara, ini menjadi perhatian kita,” kata Wimboh.
Tantangan berikutnya, lanjut Wimboh, yaitu pembiayaan proyeks strategis di Tanah Air yang jumlahnya cukup besar yang harus dipikirkan bagaimana pembiayaannya, terutama sektor infrastruktur, dan bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan.
“Ketiga, kita tahu normalisasi kebijakan negara maju tidak boleh kita abaikan. Inflasi di beberapa negara sudah meningkat,” ujar Wimboh.
Wimboh menyampaikan, tantangan selanjutnya yaitu terkait penurunan emisi karbon, digitalisasi, dan juga perlunya sumber pertumbuhan ekonomi seiring semakin banyaknya populasi penduduk Indonesia.
“Kami tetap optimis tantangan-tantangan tersebut dapat kita manage dengan baik ke depan mengingat kita punya modal yang cukup besar, penduduk kita besar, resources kita banyak, national resources kita belum semua kita olah, sehingga kita punya ruang untuk berbagai hal ke depan,” kata Wimboh.
Oleh karena itu, otoritas pun memiliki kebijakan prioritas pada 2022. Pertama adalah penerapan bursa karbon dan implementasi ekonomi hijau yang didukung dengan taksonomi hijau sebentar lagi diterbitkan.
“Ini harus dipersiapkan operasionalisasi infrastruktur bursa karbon. Ini menjadi salah satu prioritas OJK dan tentunya legalitas untuk itu akan kami siapkan,” ujar Wimboh.
Prioritas berikutnya yaitu optimalisasi indeks berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Lalu, otoritas juga akan memperluas basis emiten di antaranya melalui sekuritisasi aset dan pembiayaan proyek strategis yang jumlahnya cukup besar pada 2020-2024 mencapai Rp6.445 triliun.
OJK juga akan mengakomodir perusahaan rintisan atau startup berbasis teknologi untuk melakukan penawaran umum. “Kami juga akan tetap mengakomodasi emiten yang berbasis teknologi. Kita sudah mengeluarkan POJK tentang Multiple Voting Share. Dan penguatan basis emiten ini akan kita ikuti dengan literasi dan edukasi,” pungkasnya./








































