BOGOR, Bisnistoday- Di tengah turunnya penjualan mobil nasional selama dua tahun terakhir, VinFast justru melihat peluang besar untuk memperkuat posisinya di pasar Indonesia.
Industri otomotif konvensional dinilai tidak berdampak signifikan terhadap arah pertumbuhan kendaraan listrik, yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren meningkat.
Sebagai produsen pure EV, VinFast percaya bahwa masa depan industri otomotif akan dipimpin oleh elektrifikasi, efisiensi energi, dan teknologi berkendara cerdas.
“Walaupun total penjualan mobil nasional menurun dalam dua tahun terakhir, elektrifikasi justru berkembang pesat. Sebagai perusahaan pure EV, VinFast justru melihat momen ini sebagai peluang, kami tetap optimis bahwa suatu saat ini akan recovery, ya,” kata Chief Executive Officer VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemanto, di sela acara VinFast Indonesia B-Camp 2025 di Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/12/2025).
“Tetapi yang lebih membuat kami yakin lagi karena kita adalah pure EV company. Saat ini ya kita yang jual adalah kendaraan listrik semua. Dan kami melihat tren kendaraan listrik di Indonesia ini sedang di fase menuju pertumbuhan yang sangat pesat, itu yang membuat kami yakin,” sambungnya.
Optimisme ini juga diperkuat oleh strategi VinFast yang tidak terburu-buru dalam membangun citra merek, dan memilih langkah bertahap, dimulai dengan menghadirkan armada taksi listrik di wilayah Jabodetabek.
Pendekatan ini bisa dibilang sukses membangun brand acceptance, karena masyarakat dapat merasakan langsung pengalaman berkendara yang halus, senyap, dan ramah lingkungan dari kendaraan VinFast.
“Strategi ini membuat nama VinFast semakin dikenal luas sebagai “taksi hijau” yang sering ditemui di jalanan Jakarta,” ujar Kariyanto.
Selain itu, VinFast menyiapkan sejumlah program yang menjawab kekhawatiran umum masyarakat terhadap kendaraan listrik, seperti biaya baterai dan nilai jual kembali.
Program Battery Subscription, jaminan nilai jual kembali (Retail Value Guarantee), hingga free charging sampai 1 Maret 2028 menjadi bukti keseriusan VinFast dalam memperluas adopsi kendaraan listrik sambil memberikan rasa aman jangka panjang bagi konsumen.
Pabrik Subang Komitmen Jangka Panjang
Salah satu faktor utama yang memperkuat optimisme VinFast adalah keberadaan pabrik barunya di Subang, Jawa Barat.
Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare itu dipastikan siap beroperasi pada awal 2026 dan dirancang sebagai pusat produksi regional perusahaan yang tidak hanya memasok kebutuhan domestik, tetapi juga berpotensi melayani pasar Asia Tenggara di masa depan.
Tahap awal seluas 9 hektare mencakup fasilitas produksi inti dan lintasan uji yang dipastikan siap beroperasi pada awal 2026.
VinFast menekankan bahwa pembangunan pabrik tetap berjalan sesuai rencana meskipun pemerintah tengah mengevaluasi skema insentif kendaraan listrik.
Perusahaan menegaskan bahwa keputusan investasi mereka sepenuhnya mengikuti regulasi yang berlaku, termasuk kewajiban memiliki fasilitas produksi aktif mulai 1 Januari 2026.
“Apapun keputusan final dari pemerintah, kami sudah berkomitmen. Pabrik ini dibangun berdasarkan regulasi yang mengharuskan kesiapan operasi 1 Januari 2026, dan itu sudah kami penuhi,” ujar Kariyanto.
Produksi lokal dinilainya sebagai langkah strategis, yang dapat menekan biaya impor dan meningkatkan efisiensi rantai pasok.
Pada saat yang sama, keberadaan pabrik ini diproyeksikan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja pada fase awal, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah Subang dan sekitarnya.
Pabrik Subang sekaligus menjadi simbol strategi VinFast yang tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga membangun ekosistem EV yang utuh, mulai dari produksi, layanan purna jual, hingga operasional kendaraan di lapangan.
Hal inilah yang membuat perusahaan tetap optimistis menghadapi dinamika pasar dan siap berperan sebagai salah satu pemain utama dalam transformasi kendaraan listrik di Indonesia.(E2-DN)









































