BOGOR, Bisnistoday – VinFast terus memperkuat kehadirannya di Indonesia tidak hanya melalui pembangunan pabrik di Subang, tetapi juga lewat teknologi kendaraan yang dirancang agar cocok dengan karakter jalanan dan gaya berkendara masyarakat Indonesia.
Dimana setiap teknologi yang diterapkan di Indonesia telah diuji di Vietnam, sebuah negara yang memiliki karakter jalan mirip padat, banyak tikungan sempit, dan sering terjadi kemacetan.
Oleh karena itu, seluruh fitur yang telah teruji di Vietnam kembali diterapkan di Indonesia dengan penyesuaian ringan berdasarkan kondisi lokal dan preferensi pengendara.
“Teknologi VinFast sebenarnya berbasis standar global, Namun karena salah satunya karakter daripada kontur jalanan, dan lain sebagainya antara Vietnam sama Indonesia mirip. Jadi sebenarnya untuk diperkenalkan di Indonesia tidak butuh adaptasi yang besar ya. membuat proses adaptasinya berlangsung lebih mulus dan tidak membutuhkan perubahan besar,” kata Chief Executive Officer VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, saat menghadiri kegiatan VinFast Indonesia B-Camp 2025 di Bogor.
Salah satu fitur yang dinilai paling relevan untuk kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya adalah sistem bantuan berkendara saat kemacetan atau Traffic Jam Assist.
Teknologi ini membantu menjaga kecepatan rendah secara otomatis, mempertahankan jarak aman, dan mengurangi kelelahan pengemudi ketika menghadapi kemacetan panjang.
“Kehadiran fitur semi otonom lainnya, seperti peringatan perpindahan jalur dan getaran pada setir ketika kendaraan mulai keluar jalur, juga memberikan lapisan keamanan tambahan yang sangat dibutuhkan di situasi lalu lintas padat dan tidak terduga,” jelas Kariyanto.
Selain adaptasi terhadap karakter jalan, VinFast memberikan perhatian besar terhadap aspek keamanan kendaraan listrik, terutama mengingat banyaknya kekhawatiran publik terkait penggunaan EV saat musim hujan atau ketika melintasi area rawan banjir.
Menurut Kariyanto, isu keamanan EV tidak hanya berkaitan dengan risiko tersetrum, tetapi juga potensi terjadinya thermal runaway, atau kondisi baterai yang bisa memicu kenaikan suhu ekstrem.
Untuk mengatasi hal tersebut, setiap kendaraan VinFast dilengkapi sistem pengatur suhu baterai yang berfungsi menjaga kondisi sel tetap stabil, baik pada cuaca panas maupun dingin.
VinFast juga memilih menggunakan baterai berjenis LFP, yang dikenal lebih stabil dan minim risiko terbakar dibandingkan baterai NMC.
“VinFast itu punya beberapa aspek teknologi di baterainya. Pertama adalah termal management. Jadi memanage panas itu satu pilihan baterainya LFP sudah pasti itu salah satu baterai yang less flammable (tidak mudah terbakar red-), ya. Kemudian selain itu materi material science. Jadi materinya itu diambilkan dari materi-materi yang berstruktur bisa memanage panas,” kata Kariyanto.
Setiap modul baterai diproduksi dengan material berinsulasi panas serta perlindungan tinggi terhadap air, sehingga tidak mudah mengalami korsleting atau kerusakan struktural.
Kariyanto juga menekankan bahwa seluruh komponen kelistrikan kendaraan telah memenuhi standar keselamatan internasional dan dilindungi oleh sertifikasi IP67.
Artinya, baterai dapat bertahan dalam kondisi terendam air hingga kedalaman satu meter selama 30 menit.
Meski demikian, VinFast tetap mengingatkan bahwa melewati banjir setinggi itu bukanlah tindakan aman bagi kendaraan apa pun, baik listrik maupun berbahan bakar bensin.
Sebagai lapisan perlindungan tambahan, VinFast juga menerapkan skema garansi yang memberi ketenangan bagi pengguna.
Untuk pelanggan yang memilih skema Battery Subscription, baterai memperoleh garansi seumur hidup.
Sementara bagi pembeli yang mengambil paket kendaraan dengan baterai terpasang, garansi baterai tetap diberikan hingga sepuluh tahun.
“Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran konsumen terkait biaya perawatan jangka panjang,” ujarnya.
Dengan kombinasi teknologi berkendara yang dirancang untuk menghadapi kondisi jalan Indonesia dan sistem keamanan EV yang memenuhi standar global, diharapkan dapat memberikan pengalaman berkendara yang nyaman, aman, dan menyesuaikan kebutuhan konsumen lokal.
“Jadi, produk kita sangat bersaing tapi dari sisi produk yang bukan mobilnya, tapi kreativitas, inisiatif, bagaimana kita menghilangkan barrier-barrier ketakutan orang-orang Indonesia untuk beralih dari ke mobil kami,” pungkasnya.(E2-DN)




