www.bisnistoday.co.id
Kamis , 17 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Wamen Atip Tekankan Anti-Korupsi dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah
Humaniora

Wamen Atip Tekankan Anti-Korupsi dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah

Wamen Atip
Social Media

TASIKMALAYA, Bisnistoday – Lebih dari seribu guru dan murid dari 25 provinsi mengikuti kegiatan Internalisasi Penanaman Nilai-Nilai Integritas serta Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) bersama Komisi X DPR RI dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen. Acara berlangsung di Tasikmalaya dengan 90 peserta hadir langsung, sementara ribuan lainnya mengikuti secara daring.

Kegiatan ini menekankan dua pesan utama: anti-korupsi dan pencegahan kekerasan. Nilai-nilai tersebut diyakini penting ditanamkan sejak dini, tidak hanya melalui materi pembelajaran, tetapi juga lewat keteladanan guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, hingga keluarga.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi pendidikan.“Integritas diajarkan lewat contoh. Guru yang jujur dan konsisten adalah buku pelajaran terbaik,” ujar Atip saat membuka acara, Sabtu (27/9).

Ia menambahkan, misi utama pendidikan adalah membentuk insan yang bertakwa, berkarakter, jujur, dan akuntabel sejak dini.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak.“Pencegahan kekerasan sama mendesaknya dengan pencegahan korupsi. Orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, hingga lembaga terkait harus terlibat aktif agar budaya integritas dan nol kekerasan benar-benar terwujud,” katanya.

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, yang menjadi pembicara utama, menyoroti pentingnya pengawasan tata kelola pendidikan, termasuk dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).“Setiap rupiah uang negara di pendidikan wajib diawasi. Transparansi dan akuntabilitas menjamin bantuan benar-benar sampai ke kelas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi politik anggaran di kalangan masyarakat agar publik dapat mengawal alokasi 20% anggaran pendidikan dalam APBN/APBD secara lebih partisipatif.

Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berharap lahir komitmen kolektif dari guru, murid, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk menumbuhkan budaya integritas. Dengan langkah kecil sehari-hari—seperti menolak gratifikasi, menghindari praktik curang, dan menumbuhkan sikap saling menghormati—sekolah diharapkan benar-benar menjadi tempat yang aman, ramah, dan jujur bagi generasi penerus bangsa./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Tradisi Mengonsumsi Buah Pinang telah ada Sejak Zaman Prasejarah. (dok:Wei/Unsplash.com)
Humaniora

Tradisi Mengonsumsi Buah Pinang telah ada Sejak Zaman Prasejarah

JAKARTA, Bisnistoday – Mengonsumsi buah pinang telah menjadi tradisi masyarakat di sebagian...

Humaniora

Mahasiswa UPI Kembangkan Netravest, Rompi Navigasi Cerdas Berbasis AI untuk Tunanetra

BANDUNG, Bisnistoday - Lima mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengembangkan Netravest, rompi...

Stadion SR
Humaniora

Kementerian PU Hadirkan Lapangan Sepak Bola Berstandar Internasional di 25 Sekolah Rakyat

JAKARTA, Bisnistoday - Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 pada 9 September...

Pemuda Katolik
Humaniora

Pemuda Katolik Komda Banten dan PPEJ Kemendag Berkolaborasi Bidang Pelatihan Ekspor

JAKARTA, Bisnistoday - Pemuda Katolik Komisariat Daerah Banten beraudiensi dengan  Pusat Pengembangan...