www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 Maret 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Wamen Atip Tekankan Anti-Korupsi dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah
Humaniora

Wamen Atip Tekankan Anti-Korupsi dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah

Wamen Atip
Social Media

TASIKMALAYA, Bisnistoday – Lebih dari seribu guru dan murid dari 25 provinsi mengikuti kegiatan Internalisasi Penanaman Nilai-Nilai Integritas serta Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) bersama Komisi X DPR RI dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen. Acara berlangsung di Tasikmalaya dengan 90 peserta hadir langsung, sementara ribuan lainnya mengikuti secara daring.

Kegiatan ini menekankan dua pesan utama: anti-korupsi dan pencegahan kekerasan. Nilai-nilai tersebut diyakini penting ditanamkan sejak dini, tidak hanya melalui materi pembelajaran, tetapi juga lewat keteladanan guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, hingga keluarga.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi pendidikan.“Integritas diajarkan lewat contoh. Guru yang jujur dan konsisten adalah buku pelajaran terbaik,” ujar Atip saat membuka acara, Sabtu (27/9).

Ia menambahkan, misi utama pendidikan adalah membentuk insan yang bertakwa, berkarakter, jujur, dan akuntabel sejak dini.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak.“Pencegahan kekerasan sama mendesaknya dengan pencegahan korupsi. Orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, hingga lembaga terkait harus terlibat aktif agar budaya integritas dan nol kekerasan benar-benar terwujud,” katanya.

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, yang menjadi pembicara utama, menyoroti pentingnya pengawasan tata kelola pendidikan, termasuk dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).“Setiap rupiah uang negara di pendidikan wajib diawasi. Transparansi dan akuntabilitas menjamin bantuan benar-benar sampai ke kelas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi politik anggaran di kalangan masyarakat agar publik dapat mengawal alokasi 20% anggaran pendidikan dalam APBN/APBD secara lebih partisipatif.

Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berharap lahir komitmen kolektif dari guru, murid, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk menumbuhkan budaya integritas. Dengan langkah kecil sehari-hari—seperti menolak gratifikasi, menghindari praktik curang, dan menumbuhkan sikap saling menghormati—sekolah diharapkan benar-benar menjadi tempat yang aman, ramah, dan jujur bagi generasi penerus bangsa./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Emsi Karbon
EnergiHumanioraLingkungan

PBB Setujui Kredit Karbon untuk Proyek Kompor Kayu Bebas Emisi

JAKARTA, Bisnistoday- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kamis (4/3/2026) menyetujui pemberian kredit karbon pertama...

Humaniora

Ilmuwan China Temukan Fosil Ikan Purba di Dataran Tinggi Tibet

Para ilmuwan Tiongkok baru-baru ini menemukan fosil ikan cyprinid baru di tengah...

Humaniora

ITB Luncurkan Beasiswa Pascasarjana untuk Wartawan, Seleksi Dimulai Maret 2026

BANDUNG, Bisnistoday - Hubungan kampus dan media tak lagi sebatas publikasi. ITB...

Sekjen Kemendikdasmen
Humaniora

Sekjen Kemendikdasmen: Anggaran Pendidikan 2026 Naik, Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas

TANGERANG SELATAN, Bisnistoday  - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan nasional...