JAKARTA, Bisnistoday- Ratusan warga mengantri di area KCU Premier Jakarta Timur sejak pagi hari, untuk mencairkan BantuanLangsung Tunai Kesejahteraan (BLTS Kesra). Ratusan warga mulai dari ibu rumah tangga, pedagang kecil, hingga lansia yang berhak bakal menerima bantuan sebesar Rp900 ribu sebagai stimulus untuk menggerakkan daya beli masyarakat.
Warga Jakarta Timur, Ani (40 tahun) yang keseharianya berdagang gorengan, baru pertama menerima BLTS Kesra. Walau mengantri ditengah hujan deras, tetap berjuang mendapatkan bantuan BLTS Kesra. “Menerima Rp900 ribu, nanti buat tambahan modal dagang dan bayar sekolah anak,” ucapnya.
Sedngkan warga lainnya berdama Ayi Cholifah mengaku datang ke KCU Premier untuk mengantarkan ibunya (lansia) yang baru menjalani pemulihan sakit jantung. Atas nama ibunya, belum mengambil bantauan pada jadwal sebelumnya. “ Alhamdulilah hari ini bisa diambil. Pelayanananya baik, ramah dan sopan.”
Mengenai penyaluran BLTS Kesra melalui Kantor Pos ini, Plt Direktur Utama PosIND, Haris mengutarakan, model penyaluran dirancang secara inklusif.”Apabila tidak bida datang, maka teman-teman juga melakukan proses pengantaran, utamanya untuk saudara-saudara kita yang disabilitas atau lansia.”
Hingga sekarang, lanjut Haris penyaluran BLTS Kesra melalui PosIND sudah mencapai 85 persen, dan diharapkan semua rampung pada pertengahan Desember 2025. “PosIND memiliki tiga skema penyaluran, yakni di Kantor Pos, melalui komunitas, dan pengantaran lansung. Semua dilakukan agar bantuantepat sasaran dan terpenting bisa dipertangungjawabkan,” terang Haris.
Dalam pantuan langsung, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menargetkan sebanyak 30 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga pada 3 Desember 2025 tercatat sudah 26,2 juta KPM telah menerima bantuan atau sekitar 75 persern dari target nasional.
BLTS Kesra, lanjut Airlangga, disalurkan melalui dua skema yakni melalui bank HIMBARA dan PT Pos Indonesia (PosIND). Untuk di Kantor Pos KCU Premier ini khusus untuk kali ini dijadwalkan sebanyak seratus KPM terlayani.
“Evaluasi sampai hari ini berjalan lancar dan masyarakat relatif terbantu. Bantuan ini merupakan stimulan untuk menjaga daya beli dan mendorong aktivitas ekonomi di kuartal keempat,” tuturnya./










































