www.bisnistoday.co.id
Kamis , 9 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Bank Sentral AS Dikhawatirkan Naikkan Suku Bunga, Rupiah Tertekan
BursaBURSA & KORPORASI

Bank Sentral AS Dikhawatirkan Naikkan Suku Bunga, Rupiah Tertekan

RUPIAH MELEMAH: Pelaku pasar mengkhawatirkan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) menaikkan tingkat suku bunga. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antara bank di Jakarta, Senin (14/3) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pelaku pasar mengkhawatirkan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) menaikkan tingkat suku bunga. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antara bank di Jakarta, Senin (14/3) ditutup melemah.

Kurs rupiah terhadap dolar AS melemah 32 poin ke posisi Rp14.333 per dolar AS dibandingkan posisi pentutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp14.301 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures, Faisal dalam kajiannya mengungkapkan, pada perdagangan kali ini dolar AS menguat di tengan ekspektasipasar terhadap kenaikan suku bunga AS oleh The Fed pada pekan ini.

Ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga menguat setelah inflasi konsumen AS melonjak pada Februari yang dirilis pada Kamis (10/3) lalu.

Saat ini pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya sebesar 25 basis poin pada 17 Maret 2022 dini hari, dengan peluang sebesar 94 persen berdasarkan CME FedWatch Tool.

Sementara itu serangan Rusia yang terus dilakukan di sejumlah wilayah Ukraina meningkatkan minat investor terhadap aset aman.\

Pada pekan lalu Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa ada pergerakan positif yang pasti di dalam negosiasi Rusia dengan Ukraina. Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyadari perlu waktu dan kesabaran untuk mencapai kemenangan.

Pengeboman Rusia atas Ukraina terus berlangsung sepanjang minggu lalu yang telah berlangsung selama 16 hari terakhir dan konflik tersebut mengakibatkan susahnya jalur koridor kemanusiaan. Koridor kemanusiaan yang dibuka oleh Moskow hanyalah jalan yang menuju ke Rusia atau Belarus.

Sanksi internasional terus meningkat, dengan AS mengenakan larangan impor minyak mentah dan energi yang berhubungan dengan produk-produk dari Rusia yang efektif pada minggu lalu, sedangkan Eropa bergegas mencari alternatif untuk suplai gas mereka.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.309 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.309 per dolar AS hingga Rp14.348 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp14.328 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.306 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...