www.bisnistoday.co.id
Jumat , 10 Juli 2026
Home EKONOMI Bulog Tak Mau Beli Beras dengan Harga yang Ditawarkan Pihak Penggilingan
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Bulog Tak Mau Beli Beras dengan Harga yang Ditawarkan Pihak Penggilingan

STOK BERAS: Minimnya stok beras Bulog, karena perusahaan BUMN pangan itu tidak mau membeli dengan harga yang ditawarkan oleh pihak penggilingan
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Minimnya penyerapan beras dari tingkat produsen oleh Bulog lebih dikarenakan perusahaan BUMN pangan tersebut tidak mau membeli dengan harga yang ditawarkan oleh pihak penggilingan.

“Kenapa Bulog tidak bisa memenuhi tambah stok, karena harga di luar (penggilingan) sudah Rp10.300 per kilogram (kg), sementara Bulog mau ngambilnya Rp9.700 per kg,” kata Direktur Serealia Kementerian Pertanian (Kementan), Ismail Wahab di Jakarta, Jumat (18/11).

Ismail menyampaikan, karena Bulog hanya mau mengambil dengan harga Rp9.700 per kg, pihak penggilangan akhirnya menjual kepada pihak lain yang membeli dengan harga di atas Rp9.700 per kg. “Saya kira itu wajar orang punya barang akan memasarkan barangnya pada penawar yang lebih tinggi,” tambahnya.

Sebelumnya Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Rabu (16/11) menyatakan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) menipis. Bulog mengalami kendala dalam penyerapan beras  di tingkat produsen karena ketersediaan terbatas dan harga jual yang tinggi.

“Kami (Bulog) kesulitan mendapatkan beras atau gabah di tingkat produsen karena keterbatasan pasokan di tingkat penggilingan maupun petani,” kata Budi Waseso.

Ia mengatakan, saat ini stok CBP di gudang Bulog hanya 651 ribu ton dari yang ditargetkan seharusnya 1,2 juta ton. “Dari target yang kita alokasikan, kita sudah kumpulkan semua penggilingan dengan mitra kita. Yang tadinya sudah disepakati sampai Desember 2022 kita bisa serap 500 ribu ton sudah ada kontraknya, tapi sampai hari ini kita hanya bisa mampu menyerap 92 ribu ton dari target 500 ribu ton,” kata Budi Waseso yang akrab di sapa Buwas itu.

Buwas menambahkan, penyebab langkanya beras atau gabah di tingkat produsen dikarenakan produksi yang menurun.

Stok Beras Aman

Terkait hal tersebut, pihak Kementerian Pertanian menyebutkan sebanyak 1,8 juta ton beras tersedia di penggilingan dan dapat diserap oleh Bulog untuk memenuhi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sehingga dinilai tidak perlu impor.

Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Ismail Wahab mengatakan, stok beras nasional hingga saat ini sebanyak 8,05 juta ton dengan rincian sebanyak 1.868.414 ton terdapat di penggilingan, 831.805 ton di pedagang, dan sisanya berada di rumah tangga.

Ismail menjabarkan bahwa dari seluruh wilayah Indonesia penghasil beras menyanggupi menyediakan pasokan untuk pengadaan beras Bulog sebanyak 353.620 ton.

“Memang kalau dilihat beras tidak banyak di penggilingan, tidak banyak di pedagang, banyaknya di rumah tangga. Kenapa banyak di rumah tangga, karena kita tahu Bantuan Pangan Nontunai langsung ke rumah tangga. Sehingga beras lebih banyak di rumah tangga,” kata Ismail./


Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Dirut PTPN I Abdul Rivai Ras (kiri) (dok:PTPN)
Ekonomi & Bisnis

Abdul Rivai Ras: ‘Transformasi PTPN I Harus Lebih Progresif’

JAKARTA – Transformasi yang dijalankan PTPN I (Persero) sejak beberapa tahun terakhir...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta Menyambut Harkopnas ke-79

JAKARTA, Bisnistoday – Menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Menteri Koperasi...

Dirut Agrinas Palma
Ekonomi & Bisnis

Agrinas Palma Bukukan Surplus Operasional Rp2,86 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menutup Tahun Buku 2025...

AM Mortar
Ekonomi & Bisnis

AM Mortar Berpartisipasi Dalam IndoBuildTech 2026, Pameran Konstruksi dan Material Bangunan Terbesar di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday - AM Mortar Indonesia berpartisipasi dalam pameran konstruksi dan material...