JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (16/12) ditutup menguat 60,33 poin keposisi 6.812,19. Sementara indeks LQ45 naik 8,82 poin ke posisi 951,18.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya, Jumat (16/12) menyebutkan, penguatan IHSG kali ini didorong oleh naiknya harga saham sektor barang baku dan diikuti oleh sektor keuangan, energi, keshatan, konsumen primer, dan infrastruktur.
Di awal perdagangan sesi pertama, IHSG sempat melemah dan terus bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama. Namun, pada sesi kedua IHSG mulai meranjak dari teritori negatif, dan bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan.
Baca juga: IHSG Menguat Didukung Membaiknya Harga Komoditas Dunia
Menurut kajiannya Pilarmas tersebut, pelemahan IHSG hingga tengah hari disebabkan oleh tertekannya pasar akan kekhawatiran resesi global menjadi kenyataan, seiring dengan reaksi pelaku pasar atas kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat, masing-masing 50 basis poin (bps).
Ketiga bank sentral tersebut pun masih memberi sinyal kenaikan suku bunga ke depannya. Kenaikan suku bunga tersebut tentunya akan menyebabkan penurunan daya beli dan menekan pertumbuhan ekonomi suatu negara kepada zona resesi.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor berhasil tumbuh dengan yang tertinggi sektor barang baku sebesar 1,53 persen, disusul sektor keuangan 0,92 persen dan sektor kesehatan 0,69 persen.
Sementara terdapat lima sektor terkoreksi, dengan penurunan terdalam pada sektor barang konsumer non-primer 0,96 persen, diikuti sektor properti serta sektor transportasi dan logistik masing-masing terkontraksi 0,54 persen dan 0,5 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu di antaranya BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, serta CPIN. Sedangkan saham-saham yang mendominasi penurunan antara lain GOTO, SMGR, BUKA, ASII, dan HMSP.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 927.444 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,01 miliar lembar saham senilai Rp15,42 triliun. Sebanyak 219 saham naik, 297 saham menurun, dan 178 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 524,58 atau 1,87 persen ke 27.527,11, Indeks Hang Seng naik 82,08 atau 0,42 persen ke 19.450,67, Indeks Shanghai turun 0,79 poin atau 0,02 persen ke 3.167,86, dan Indeks Straits Times terkontraksi 34 poin atau 1,04 persen ke 3.239,75./









































