www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Rupiah Akhir Pekan Menguat di Posisi Rp15.598 per Dolar AS
BursaBURSA & KORPORASI

Rupiah Akhir Pekan Menguat di Posisi Rp15.598 per Dolar AS

Kurs rupiah kian menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (16/12) menguat 21 poin ke posisi Rp15.598 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya di Rp15.619 per dolar AS. Penguatan berkat afirmasi peringkat kredit Indonesia oleh Lembaga Pemeringkat Kredit, Fitch Ratings, pada BBB (investment grade) dengan outlook stabil.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi dalam kajiannya, Jumat (16/12) menyebutkan, Fitch menilai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah memiliki nilai ekspor yang kuat dibandingkan negara-negara peers karea posisi Indonesia sebagai negata pengekspor komoditas.

Dengan kinerja ekspor yang kuat dan pemulihan ekonomi domestik yang terus berlangsung, Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 akan mencapai 5,2 persen.

Baca juga: Rupiah Menguat Ditopang Data  Inflasi AS yang Lebih Rendah dari Ekspektasi Pasar

Di sisi lain Fitch mengungkapkan Indonesia memiliki dua tantangan terkait dengan penerimaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan indikator struktural, seperti tata kelola yang dinilai masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara lain pada peringkat kredit yang sama.

Seperti halnya negara-negara lain, Indonesia saat ini juga menghadapi peningkatan imbal hasil obligasi negara dan pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS.

Lalu Fitch memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 akan melambat menjadi 4,8 persen akibat pelemahan permintaan domestik dan eksternal, sebagai konsekuensi terjadinya kenaikan suku bunga dan normalisasi harga komoditas.

Meskipun pertumbuhan ekonomi semakin membaik, Ibrahim berpendapat Indonesia tidak boleh lengah dan berpuas diri, terutama di tahun depan yang memiliki banyak tantangan yang harus diwaspadai, serta pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Untuk bisa memaksimalkan ekonomi domestik, diperlukan kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan pihak swasta sehingga nantinya Indonesia tidak terlalu bergantung pada ekspor dan impor,” ujarnya.

Untuk perdagangan awal pekan ia memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup menguat dalam rentang Rp15.570 per dolar AS sampai Rp15.650 per dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah 7 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp15.626 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.575 per dolar AS hingga Rp15.640 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp15.617 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.630 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...