JAKARTA, Bisnistoday- Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (28/12) melemah 56 poin ke posisi Rp15.719 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp15.663 per dolar AS. Pelemahan dipicu oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
Analis CDFX Futures, Lukman Leong mengatakan, pada perdagangan hari ini kurs rupiah melemah di tengah sentimen risk off di pasaroleh kembalinya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.
Dolar AS sendiri, lanjuut Lukman, relatif datar terhadap mata uang utama dunia dalam perdagangan yang sepi di tengah liburan akhir tahun.
Baca juga: The Fed Diperkirakan Masih Akan Pertahankan Suku Bungga Tinggi, Rupiah Melemah
Sementara sentimen positif berasal dari perkembangan kebijakan China dan Indonesia terkait Covid-19 tidak sanggup mengangkat rupiah, mengarisbawahi rupiah yang bearish.
China mengatakan akan membatalkan aturan karantina Covid-19 untuk pelancong yang masuk. Hal itu merupakan langkah besar dalam membuka kembali perbatasannya di tengah kasus Covid-19 yang melonjak.
China akan berhenti mewajibkan pelancong yang tiba untuk melakukan karantina mulai 8 Januari, kata Komisi Kesehatan Nasional, Senin (26/12).
Pada saat yang sama, Beijing menurunkan peraturan untuk menangani kasus Covid ke Kategori B yang lebih ringan dari Kategori A tingkat atas.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.657 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.656 per dolar AS hingga Rp15.722 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke posisi Rp15.703 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.659 per dolar AS./









































