www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa The Fed Diperkirakan Masih Akan Pertahankan Suku Bungga Tinggi, Rupiah Melemah
BursaBURSA & KORPORASI

The Fed Diperkirakan Masih Akan Pertahankan Suku Bungga Tinggi, Rupiah Melemah

Kurs ruiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (16/3) kembali melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (26/12) ditutup melemah 40 poin ke posisi Rp15.633 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya di Rp15.593 per dolar AS. Pelemahan dipicu oleh kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga tinggi.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra mengatakan, libur Natal measih membayangi pergerakan harga di pasar keuangan. Volume transaksi biasanya menipis sehingga membuat aras harga menjadi bias. Misalnya order beli dolar AS terhadap rupiah memicu naiknya nilai dolar AS terhadap rupiah.

Dari fundamental, terdapat sejumlah faktor yang memicu pelemahan rupiah terhadap dolar AS, salah satunya yaitu faktor The Fed yang masih ingin mempertahankan suku bunga tinggi.

Baca juga: Rupiah Melemah Dipicu Sinyal The Fed Akan Naikkan Suku Bunga Lagi

Faktor lainnya yaitu kekhawatiran pasar terhadap resesi dan kondisi pandemi Covid-19 yang meninggi di China yang bisa memperlambat ekonomi negara tersebut. “Tapi, di sisi lain, faktor fundamental dalam negeri sebenarnya bisa menopang rupiah,” kata Ariston.

Rencana penghentian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan data-data ekonomi Indonesia yang masih bagus seperti data inflasi yang mulai terlihat turun, neraca perdagangan yang masih surplus, dan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan tumbuh di atas lima persen, membantu menahan laju pelemahan rupiah.

“Kebijakan BI menaikkan suku bunga acuan untuk mengimbangi kebijakan The Fed juga membantu penguatan rupiah,” ujar Ariston.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.600 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.600 per dolar AS hingga Rp15.646 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp15.636 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.605 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...