JAKARTA, Bisnistoday – Pasien BPJS (Badan Pengelola Jaminan Sosial) Rumah Sakit Hermina (RSH) Podomoro Sunter Jakarta Utara rata-rata mengeluhkan lambatnya layanan obat dari unit farmasi mereka.
Tak jelas kenapa pelayanan obat di RSH Podomoro ini bisa lambat dan menjengkelkan. Padahal layanan farmasi serupa di RSH Kemayoran bisa normal dan pasien tidak terlalu lama harus menunggu.
Menurut Fahri (36) warga Koja Jakarta Utara yang setiap bulan mengantarkan pamannya berobat ke klinik jantung RSH Podomoro, sudah lama soal lemotnya pelayanan farmasi/apotek ini dikeluhkan pasien, tapi pihak manajemen terkesan tak bergeming. Repotnya ini sudah berlangsung bertahun-tahun.
“Coba saja tanyakan pasien yang berobat ke RSH Podomoro, keluhannya pasti soal lamanya antrian di bagian farmasinya,” kata Fahri pada Bisnistoday Selasa (28/2) malam saat mengantri menunggu obat.
Beda dengan pelayanan RSH Kemayoran yang masih dalam satu group, setelah pasien kontrol ke dokter, langsung diberi map untuk diserahkan ke bagian farmasi. Tak lama setelah diminta menunggu, pasien dipanggil untuk menerima obat.
Di RSH Podomoro, jelas Fahri, setelah pasien kontrol dokter, dokter akan memberikan berkas untuk di bawan ke apotek. Di apotek inilah data pasien yang dari dokter diinput. Setelah itu baru dapat nomor urut untuk pengambilan obat.

Nomor urut dan salinan resep dari petugas apotek selanjutnya dibawa ke kasir sebagai formalitas pembayaran bahwa obat sudah dibayar. Baru setelah itu pasien diminta duduk manis menunggu obat selesai disiapkan petugas apotek.
Menurut Fahri, di urusan input data ini lah pasien paling lama harus menunggu. “Bayangkan, saya menyerahkan berkas dari dokter jam 18.00 dan baru dipanggil jam 20.00 (2 jam) baru dipanggil untuk dapat nomor antrian,” keluh Fahri.
Keterangan yang diperoleh Bisnistoday menyebutkan pasien BPJS yang berobat ke Poli-Poli RSH Podomoro umumnya mengeluhkan layanan sejak mereka antri di loket BPJS.
Pasien biasanya akan ditolak petugas BPJS jika belum mendaftar ke Call Center 1500 488 milik RSH Hermina terlebih dahulu. Celakanya layanan call center ini seringkali sibuk.
Pengalaman sejumlah pasien kerap mendapat jawaban,”Nomor yang Anda tuju sedang sibuk atau berada di luar service area. Silakah hubungi kembali beberapa saat lagi”.
Khusus di RSH Podomoro, untuk pasien sore mesin mengambilan nomor antreannya baru dibuka jam 13.00. Tetapi saat dibuka, sudah ada petugas scurity yang mengambilkan nomor antrean sampai sekitar 30-an nomor.
Nomor yang diambil petugas tadi lalu dibagikan pada pasien yang duduk di ruang tunggu. Padahal petugasnya tidak tahu siapa yang datang lebih awal. Jadi asal mereka duduk dibagi nomor antrian untuk divalidsi petugas BPJS.
Padahal yang namanya nomor antrian itu siapa yang lebih dulu mengambil ya dia dapat nomor awal, tetapi di RSH Podomoro tidak begitu.
Antrian selanjutnya terjadi di timbang tensi, tetapi ini masih boleh dibilang wajar, selanjutnya terjadi antrian lagi di rekam jantung untuk pasien penyakit jantung maupun pasien lain. Setelah itu antrian pindak ke poli-poli pelayanan.
Khusus untuk poli jantung antriannya selalu panjang karena di RSH Podomoro saat ini hanya ada 1 dokter spesialis penyakit jantung. Dulu katanya ada tiga dokter spesialis jantung, tetapi sekarang tinggal seorang dokter dan sepertinya tak ada keinginan dari pihak manajemen segera menambah.
Terakhir adalah antrian di apotek seperti dijelaskan di atas. RSH Podomoro yang beralamat lengkap di Jalan Danau Agung 2 Sunter Jakarta Utara yang merupakan RS Tipe C selayaknya sekuat tenaga terus meningkatkan pelayanan. Bukan sebaliknya menjengkelkan pasien. /aryo


