JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akir pekan, Jumat (02/08) ditutup melemah. Sementara kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat.
IHSG ditutup melemah 17,85 poin atau 0,24 persen ke posisi 7.308,12. Sementara indeks LQ45 turun 6,13 poin atau 0,66 persen ke posisi 919,36. Pelemahan IHSG mengikuti bura kawasan Asia.
“Bursa Asia cenderung melemah, dimana pasar tampaknya mengantisipasi terjadinya perlambatan ekonomi global. Hal ini dilatarbelakangi oleh rilisnya data Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah,” kata Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (02/08).
Dari mancanegara, Indeks PMI manufaktur Amerika Serikat (AS) pada Juli 2024 terkontraksi dari sebelumnya 48,5 menjadi 46,8, serta data pengangguran AS juga terus meningkat dimana data Initial Jobless Claims naik dari sebelumnya 235k menjadi 249k dan Continuing Jobless Claims naik dari sebelumnya 1.844.000 menjadi 1.877.000.
Di saat bersamaan, pasar juga mempertimbangkan risiko pasokan minyak mentah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pasar memantau dengan saksama respons Iran terhadap pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, menyusul terbunuhnya komandan tertinggi Hizbullah dalam serangan udara di Beirut.
Dari dalam negeri, data Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan telah terjadi peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang semester I 2024 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.
Pada periode Januari-Juni 2024 terdapat 32.064 tenaga kerja yang ter-PHK. Jumlah PHK tersebut naik 21,45 perse dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya sebanyak 26.400 orang, yang memberikan indikasi bagaimana efek ketidakpastian ekonomi global memberikan dampak pada pelemahan pertumbuhan perekonomian dalam negeri.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi sebesar 0,80 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor properti yang masing- masing naik sebesar 0,57 persen dan 0,46 persen.
Sedangkan, delapan sektor turun yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus 0,96 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang turun masing- masing minus 0,88 persen dan 0,73 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DART, TGUK, HALO, RAAM dan DSSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni CAMP, HELI, URBN, MBTO dan IOTF.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 898,938 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,17 miliar lembar saham senilai Rp9,62 triliun. Sebanyak 240 saham naik, 295 saham menurun, dan 255 tidak bergerak nilainya.
Baca juga:IHSG Melemah, Kurs Rupiah Menguat
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 2.216,60 poin atau 5,81 persen ke 35.909,69, indeks Hang Seng melemah 359,45 poin atau 2,08 persen ke 16.945,50 indeks Shanghai melemah 27,04 poin atau 0,92 persen ke 2.905,34, dan indeks Strait Times melemah 36,66 poin atau 1,07 persen ke 3.383,17.
Rupiah Menguat
Kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 37 poin amenjadi Rp16.200 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.237 per dolar AS.
“Pada Juli 2024, terjadi deflasi bulanan sebesar -0,18 persen. Ini melanjutkan tren deflasi yang terjadi pada dua bulan sebelumnya, yaitu -0,08 persen pada Juni 2024 dan -0,03 persen pada Mei 2024,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi seperti dikutif Antara.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kondisi deflasi atau menurunnya harga barang-barang yang terjadi dalam tiga bulan berturut-turut tidak dapat disimpulkan sebagai penurunan daya beli masyarakat pada pertengahan tahun ini.
Ibrahim menuturkan deflasi pada Juli 2024 terjadi karena penurunan harga komoditas pangan, mulai dari bawang merah hingga daging ayam ras, akibat pasokan yang cukup di pasar. Menurut hukum penawaran dan permintaan, ketika suplai melimpah dan permintaan tetap, harga akan turun.
Komoditas utama penyumbang deflasi antara lain bawang merah (-0,11 persen), cabai merah (-0,09 persen), tomat (-0,07 persen), dan daging ayam ras (-0,04 persen).
Di saat yang sama, inflasi terjadi pada kelompok pendidikan sebesar 0,69 persen dengan andil 0,04 persen terhadap inflasi umum.
Menurut komponennya, inflasi inti pada Juli 2024 tercatat sebesar 0,18 persen (month-to-month) dengan andil 0,12 persen. Komponen diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,11 persen dengan andil 0,02 persen. Sementara komponen bergejolak atau volatile food mengalami deflasi sebesar 1,92 persen dengan andil deflasi 0,32 persen.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke level Rp16.234 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.243 per dolar AS./







































