WONOGIRI, Bisnistoday – Ratusan warga Wonogiri, Jawa Tengah dari berbagai unsur masyarakat yang terdiri dari petani dan pekerja buruh menggelar pertemuan untuk deklarasi Paguyuban Ijo Royo Royo. Paguyuban tersebut menyatakan dukungannya terhadap Cagub Jateng Andhika Perkasa dan Cawagub Jateng Witjaksono menuju Pilkada 2024.
Deklarasi tersebut bertujuan untuk menghimpun kekuatan kelompok masyarakat terutama petani untuk mensukseskan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, memenangkan paslon Andhika-Witjaksono.
“Untuk Pilkada 2024 yang dilaksanakan lima tahunan kami masyarakat Wonogiri terutama petani, tidak akan tinggal diam karena sudah menentukan sikap,” ujar Sunarno dalam keterangannya, Senin (5/8/2024).
Sunarno mengajak masyarakat umum, khususnya petani untuk bersama-sama memenangkan paslon Andhika – Witjaksono.
Adapun Paguyuban Ijo Royo Royo dibentuk awal Agustus, paguyuban ini merupakan inisiasi kelompok masyarakat petani, swadaya. Menurut Sunarno, Andhika sebagai mantan panglima TNI dan Witjaksono adalah tokoh muda NU sebagai sosok pasangan yang serasi, bisa mengayomi, ngajeni dan nguripi.
“Kami membentuk diri paska-melihat hasil survey Andhika Witjaksono tertinggi dalam survey Pilgub Jateng. Keanggotaan Ijo Royo Royo dimulai dari petani di Wonogiri lebih dari 3000 petani, dan akan digaungkan di seluruh Kabupaten kota se-Jateng yang jumlahnya lebih dari 5 juta,“ terang Sunarno.
Berdasarkan hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) pengusaha muda Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pati itu memperoleh elektabilitas tertinggi dibandingkan nama-nama yang sudah dikenal publik.
“Menjelang Pilgub Jateng 2024, nama baru Witjaksono muncul sebagai calon kuat wakil gubernur Jateng. Hal ini bisa dilihat dari hasil paparan survei yang kami lakukan,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) Togu Lubis dalam siaran persnya Kamis, 25 Juli 2024.
Togu mengungkapkan Witjaksono adalah pengusaha muda Nahdlatul Ulama atau NU yang berhasil membuat perusahaannya “go public” hingga namanya dikenal, termasuk oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Pria 42 tahun itu adalah pendiri PT Dua Putra Utama Makmur di Pati dan Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU).


