www.bisnistoday.co.id
Kamis , 25 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Perusahaan Tambang Emas Akan Go Public
BURSA & KORPORASI

Perusahaan Tambang Emas Akan Go Public

PT Acrhi Indonesia, perusahaan tambang pure-play emas akan mencatatkan sahamnya melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Juni 2021
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- PT Acrhi Indonesia, perusahaan tambang pure-play  emas akan mencatatkan sahamnya melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Juni 2021.

Perseroan akan melepas 4,968 miliar saham dengan harga penawaran di kisaran Rp750 hingga Rp800 per lembar saham. Dengan IPO ini perseroan menargetkan meraih dana segar Rp3,974 triliun.

Wakil Direktur Utama PT Archi Indonesia, Rudy Suhendra dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Senin (31/5), mengatakan tujuan dari IPO perseroan adalah untuk mengembangkan dan mengakselerasi rencana pertumbuhan Archi sekaligus juga untuk terus meningkatkan tata kelola perusahaan.

“Dengan mencatatkan saham perusahaan kami di BEI, Archi bermaksud untuk mempercepat rencana pertumbuhan kinerja perusahaan, dan lebih meningkatkan praktik tata kelola perusahaan yang baik dengan adanya pengawasan secara langsung dari Otoritas Jasa Keuangan OJK dan BEI sebagai regulator, serta masyarakat secara umum,” ujar Rudy.

Lebih lanjut, Rudy mengajak masyarakat untuk berinvestasi di saham Archi karena perseroan merupakan salah satu saham yang tercatat di BEI yang memiliki eksposur penuh terhadap bisnis pertambangan emas, di mana emas merupakan komoditas dengan nilai yang stabil dan sangat menarik bagi investor.

“Emas sering dianggap sebagai salah satu komoditas teraman, dengan nilai investasi yang terpercaya serta sustain dari waktu ke waktu,” kata Rudy.

Sehubungan dengan aksi korporasi ini, Archi akan menggunakan laporan keuangan konsolidasi audit yang berakhir pada 31 Desember 2020, dan telah menunjuk PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, serta PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dari IPO tersebut.

Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer (CFO) Archi Adam Jaya Putra menambahkan, sekitar 90 persen dari dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan oleh perseroan dan/atau entitas anak untuk pembayaran sebagian pokok utang bank, sedangkan sisa dana yang diperoleh akan digunakan perseroan serta entitas anak untuk pembiayaan kegiatan operasional dan modal kerja.

Archi, yang memiliki lokasi tambang di provinsi Sulawesi Utara, mulai beroperasi sejak 2011 dan telah memproduksi total 1,9 juta ons (setara dengan 58 ton) emas hingga 2020 dan memiliki cadangan bijih emas sebanyak 3,9 juta ons (setara dengan 121 ton) per akhir Desember 2020./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...

GEDUNG BEI
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Masih Selektif, Tren “Bearish” Masih Menyelimuti IHSG

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan pasar saham diperkirakan masih berlanjut pasca rebalancing MSCI...

eBay (dok: usplash/appshunter-io)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisKorporasiOtomotif & Tekno

GameStop Akuisisi eBay Senilai Rp975 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika...