JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan mengharapkan pelaku industri unggas secara nasional tidak terpancing adanya isu impor Unggas terkait dengan keberatan Brazil yang diajukan ke WTO. “Belum ada urgency-nya terbit kebijakan karena belum ada keputusan dari WTO. Kita tunggu proses banding WTO selesai, dan soal kebanjiran unggas tidak demikian,” ujar Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional (PPI), Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono kepada media melalui daring di Jakarta, Senin (31/5).
Ia mengatakan, ada dua hal yang dipersengketakan pihak Negara Brazil yakni sertifikasi proses pengelolaan unggas. Terkait hal ini, Indonesia tidak melanggar ketentuan WTO termasuk proses penerbitan sertifikasi kesehatan. Ini semua juga sudah diatur sesuai regulasi internasional
“Indonesia tidak melakukan kebijakan yang menghambat, health certificate nya. Karena harus dipastikan produk importase harus mengikuti persyaratan internasional,” tegasnya.
Baca juga : Impor Beras Tak Tepat saat Petani Masuki Masa Panen
Kedua, menurut Djatmiko, persoalan pembatasan produk importase. Terkait hal ini Indonesia tidak menerapkan kebijakan yang membatasi produk importase. Ketentuan didalam permendag tidak bermaksud untuk membatasi importase tetapi menerapkan aturan importase. “Aturan tidak bermaksud untuk membatasi produk importase.”
Secara umum, Djatmiko menuturkan, apabila nanti didalam keputusan WTO Indonesia diminta untuk melakukan penyesuaian kebijakan, baru pemerintah melakukan langkah-langkah terkait hal tersebut.
“Kalau memang ada kebijakan yang dianggap kurang konsisten perlu disesuaikan, ada tahapan bandingnya.Kalau sebagian yang digugat disetujui panel banding, maka pemerintah Indonesia melakukan langkah terkait.”
Baca juga : Ombudsman RI Sebut Ada Keanehan pada Rencana Kebijakan Impor Beras
Seperti diketahui, Brazil menggugat kebijakan pemerintah Indonesia terkait importase ungags atau ayam broiler masuk ke tanah air. Apabila Brazil berhasil memenangkan gugatan ini, maka importase ayam dari negeri Samba tersebut membanjiri pasar lokal dengan harga murah./



