JAKARTA, Bisnistoday – PT Jasa Marga Tbk masih mampu membubukan kinerja positif ditengah Pandemi Covid 19 yang melanda dunia dan nasional. Jasa Marga juga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp2,76 triliun atau meningkat 0,80% dari kuartal I tahun 2020. Hal tersebut diungkapkan Reza Febriano Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk, melalui keterangan persnya di Jakarta, Senin (28/6).
Reza menerangkan, angka pendapatan tersebut berasal dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp2,54 triliun atau naik 0,36% dari kuartal I tahun 2020 seiring dengan pengoperasian ruas-ruas jalan tol baru dan pendapatan usaha lain sebesar Rp215,60 miliar, tumbuh sebesar 6,23% dari kuartal I tahun 2020.
Baca juga : 2020, Pendapatan Jasa Marga Merosot Jadi Rp 8,76 Triliun
Didalam keteranganya, Reza mengutarakan, perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp1,93 triliun, tumbuh sebesar 1,74% atau sekitar Rp33 miliar dibandingkan dengan kuartal I tahun lalu.
Menurut Reza, ditengah mulai beroperasinya jalan tol baru dan kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian sejumlah konstruksi proyek jalan tol, Jasa Marga mampu menjaga laba bersih pada kuartal I tahun 2021 sebesar Rp161,84 miliar. Total Aset Perseroan tumbuh sebesar 1,51% dari kuartal I tahun 2020 yaitu sebesar Rp105,66 triliun.
Baca juga : Jasa Marga Fokus Percepatan Proyek Tol Balikpapan-Samarinda
Di akhir Januari 2021, tambah Reza, Perseroan mengoperasikan Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) Seksi 3A (Ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak) sepanjang 2,85 Km sehingga melengkapi Seksi 1 s.d Seksi 2B yang telah beroperasi sebelumnya dari Sentul Selatan hingga Simpang Yasmin. Jalan Tol BORR memiliki total panjang 13,3 dengan seksi akhir yaitu seksi 3B Simpang Semplak-Junction Salabenda sepanjang 2 Km, yang ditargetkan akan dibangun pada awal tahun 2023./









































