www.bisnistoday.co.id
Wednesday , 24 June 2026
Home NASIONAL & POLITIK Hukum Jobstreet Ungkap Lonjakan Penipuan Lowongan Kerja di Asia Pasifik, Indonesia Jadi Sasaran Utama
Hukum

Jobstreet Ungkap Lonjakan Penipuan Lowongan Kerja di Asia Pasifik, Indonesia Jadi Sasaran Utama

Dream Job
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kasus penipuan lowongan kerja semakin mengkhawatirkan di kawasan Asia Pasifik. SEEK, perusahaan induk Jobstreet dan JobsDB, merilis temuan terbaru bertepatan dengan International Fraud Awareness Week yang mengungkap peningkatan pola dan strategi baru para pelaku penipuan online dalam memanfaatkan kondisi pasar kerja di berbagai negara.

Dalam laporan yang disusun berdasarkan sistem deteksi internal sepanjang Juli 2024 hingga Juni 2025, SEEK menemukan bahwa penipu semakin adaptif dalam menyesuaikan modus di tiap wilayah. Meski Administration & Office Support tetap menjadi sektor paling rentan, strategi serangan menunjukkan perbedaan signifikan antara Australia–Selandia Baru dan negara-negara Asia.

Temuan SEEK mengungkap Indonesia sebagai “hotspot” terbesar di Asia Pasifik, dengan mencatat 38% dari seluruh upaya penipuan lowongan kerja di kawasan, dan 62% dari total kasus penipuan di Asia. Filipina menempati posisi kedua dengan 20%.

 “Para penipu semakin canggih menargetkan pasar yang berbeda, menyesuaikan industri dan jenis pekerjaan yang paling rentan,” ujar Tom Rhind, Head of Trust & Safety, SEEK.

Willem Najoan, Operations Director Jobstreet Indonesia, menegaskan bahwa temuan ini bukan sekadar soal kerugian finansial.

“Job scam kini telah berkembang menjadi pintu masuk kejahatan terorganisir seperti perdagangan orang yang menyasar masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Bidang Kerja Paling Banyak Jadi Sasaran

Berdasarkan data hingga Oktober 2025, lima kategori pekerjaan yang paling sering dipalsukan di Indonesia adalah: Administration & Office Support (39,36%), Manufacturing, Transport & Logistics (21,06%), Retail & Consumer Products (12,23%), Trades & Services (7,98%) serta Hospitality & Tourism (5,74%).

Posisi yang paling banyak dipalsukan antara lain admin toko online, admin ecommerce, data entry, hingga staf gudang, pekerjaan yang umumnya mudah diakses oleh pencari kerja dan tidak menuntut sertifikasi atau pengalaman mendalam. Hal ini membuat pelamar kerja entry-level menjadi kelompok korban terbesar dan paling rentan.

SEEK mengingatkan pencari kerja untuk mewaspadai sejumlah ciri umum penipuan lowongan kerja, seperti: Tawaran gaji tinggi tanpa kualifikasi jelas, Proses rekrutmen sangat cepat tanpa wawancara, Permintaan biaya administrasi di awal, Kontak perusahaan tidak resmi atau sulit diverifikasi.

Dengan meningkatnya kecanggihan modus penipuan, edukasi keamanan digital dan verifikasi informasi semakin penting bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.Laporan ini menjadi peringatan bahwa ancaman penipuan lowongan kerja tidak hanya mengincar korban secara finansial, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keamanan pribadi./

Archives

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sony Sonjaya
Hukum

Kejagung Tolak JC Sony Sonjaya, Disebut Pelaku Utama Kasus Korupsi Program MBG

JAKARTA, Bisnistoday – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menolak permohonan justice collaborator (JC)...

Kabid Humas Polda Metro Bhudi Hermanto
Hukum

Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Berkas Kasus Ijazah Jokowi Sudah P-21

JAKARTA, Bisnistoday - Polda Metro Jaya menjelaskan alasan penangkapan Roy Suryo dan...

Hukum

Adukan Suara Merdeka dan Somasi Hamzah Sahal, Gus Ipul Diapresiasi Dewan Pers

JAKARTA , Bisnistoday — Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melalui tim kuasa hukum...

Sertipikat Tanah
Hukum

Urus Sendiri Tanpa Perantara, Masyarakat Rasakan Perubahan Layanan Pertanahan

JAKARTA, Bisnistoday - Transparansi proses, kejelasan informasi, serta kemudahan akses layanan menjadi...