www.bisnistoday.co.id
Rabu , 1 Juli 2026
Home HEADLINE NEWS Kementerian PU Kerahkan Alat Berat Pulihkan Akses Jalan Nasional Lumajang–Malang Pasca Erupsi Semeru
HEADLINE NEWS

Kementerian PU Kerahkan Alat Berat Pulihkan Akses Jalan Nasional Lumajang–Malang Pasca Erupsi Semeru

Letusan Semeru
PERBAIKAN Jalan Nasional Jawa Bagian Timur.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali bergerak cepat memulihkan akses transportasi pasca erupsi Gunung Semeru. Sejumlah alat berat diterjunkan untuk membersihkan material vulkanik yang menutup ruas Jalan Nasional Lumajang–Malang serta Jembatan Besuk Kobokan.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kesiapsiagaan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat di daerah terdampak bencana.

“Kami memastikan dukungan peralatan dari balai teknis bisa digerakkan kapan pun diperlukan, termasuk untuk membantu pembukaan akses dan mendukung proses evakuasi,” ujar Menteri Dody.

Pembersihan Jalan dan Jembatan

Penanganan darurat berlangsung sejak Sabtu (22/11/2025) pagi. Petugas BBPJN Jatim–Bali membersihkan ruas jalan dan jembatan yang tertimbun pasir dan abu vulkanik, terutama pada area Jembatan Besuk Kobokan yang menjadi penghubung vital masyarakat.

Kepala BBPJN Jatim–Bali, Javid Hurriyanto, menyatakan bahwa kondisi jembatan kini sudah dapat dilalui setelah proses pembersihan awal.

“Seluruh tim berada dalam posisi siaga. Jembatan Besuk Kobokan sudah dapat diakses, namun aktivitas vulkanik yang masih berlangsung menuntut kami tetap waspada,” kata Javid.

Alat Berat Siaga dan Operasi Terpadu

Dalam tahap awal, Kementerian PU menurunkan peralatan berat diantaranya, 2 unit excavator, 1 unit loader, 1 unit tangki air maupun, 2 unit dump truck. Sementara alat berat tambahan berada dalam posisi siaga menunggu komando BPBD Jawa Timur, mengingat beberapa titik masih berbahaya akibat status Semeru yang naik menjadi Level IV (Awas).

Mulai Senin (24/11/2025), pukul 07.00 WIB, operasi besar akan dilakukan untuk mempercepat normalisasi alur sungai dan pembukaan jalur terdampak. Total 10 unit alat berat dikerahkan dari berbagai lembaga, termasuk BBWS Brantas dan Dinas PU SDA Jatim.

Pekerjaan darurat tersebut mencakup:

  • pembukaan sudetan sepanjang 500 meter untuk mengarahkan aliran material vulkanik,
  • peninggian tanggul perlindungan,
  • penguatan infrastruktur untuk melindungi permukiman hilir.

Pekerjaan ditargetkan selesai dalam satu hari sebelum dilanjutkan dengan evaluasi lanjutan sesuai perkembangan kondisi Semeru.

Status Semeru Masih Tinggi, Warga Diminta Waspada

Berdasarkan analisis Badan Geologi, aktivitas vulkanik Semeru masih tinggi. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak serta diminta tidak mendekati radius 8 km dari kawah untuk menghindari ancaman lontaran material vulkanik.

Upaya terpadu Kementerian PU dan tim teknis diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana sekaligus memulihkan konektivitas vital bagi masyarakat Lumajang dan wilayah sekitarnya.///

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nadiem Makarim dinyatakan bersalah atas penyalahgunaan wewenang dalam proyek pengadaan digitalisasi sekolah berupa Chromebook dan manajemen perangkatnya
HEADLINE NEWS

Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dijatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara

JAKARTA, Bisnistoday - Langkah hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,...

Pekerja Pabrik
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

“Stakeholders” Industri Berkumpul Cari Solusi Atasi Krisis Gas

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah...

KIT Batang
EnergiHEADLINE NEWS

Terdampak Geopolitik Global, Sektor Industri Butuh Insentif Pajak Untuk Tingkatkan Daya Saing

JAKARTA, Bisnistoday – Perseteruan perang antara Amerika Serikat, Israel dan Iran telah...

Pabrik AC
HEADLINE NEWS

Krisis Pasokan Gas, Kemenperin Akui Sektor Industri Mulai Kesulitan

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyoroti realisasi pelaksanaan kebijakan Harga Gas...