SUKABUMI, Bisnistoday – Akses layanan keuangan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau kantor perbankan.
Di tengah kebutuhan itu, kehadiran agen layanan seperti BRILink menjadi penghubung penting antara masyarakat dan sistem keuangan formal.
Peran tersebut dijalankan Saripah, mitra BRILink BS Selluler di Jampang, Kabupaten Sukabumi. Melalui usaha kecil yang ia kelola, Saripah membantu warga melakukan berbagai transaksi tanpa harus pergi jauh ke bank.
Perempuan itu bukan pegawai bank, bukan pula pemilik kantor layanan keuangan besar. Namun, melalui perannya sebagai mitra BRILink, Saripah hadir lebih dekat, lebih cepat, dan lebih relevan bagi kebutuhan masyarakat sekitar.
Awalnya, Saripah tidak pernah membayangkan akan terjun ke dunia layanan keuangan. Ia hanya mengikuti jejak tempat kerjanya dahulu yang juga menyediakan layanan BRILink, hingga akhirnya memutuskan membuka usaha sendiri setelah menikah.
“Awalnya saya kerja di kantor yang juga buka layanan seperti ini. Setelah menikah, saya dan suami memutuskan membuka usaha sendiri,” ujar Saripah, Sabtu (17/6/2026).
Baca Juga: Dukung Program Nawacita, BRI Life Perkuat Implementasi ESG
Baca Juga:BRI Life Berbagi Kebahagiaan Anak-Anak Yatim dan Dhuafa
Sejak 2023, ia mulai menjalankan usahanya sebagai mitra BRILink dengan modal mandiri.
Pilihan menjadi mitra memberinya keleluasaan lebih dalam mengelola usaha tanpa dibebani target seperti agen pada umumnya.
Solusi Nyata bagi Masyarakat
Di mata Saripah, keberadaan BRILink bukan sekadar usaha tambahan. Ia melihat langsung bagaimana layanan ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang jauh dari akses perbankan.
“Kalau di pelosok, orang mau ke bank itu kadang ribet. Jadi BRILink ini sangat membantu, apalagi untuk ibu-ibu,” katanya.
Tak sedikit warga yang datang hanya untuk menarik uang, membayar tagihan, atau sekadar menanyakan cara bertransaksi. Bagi mereka, kehadiran Saripah bukan hanya penyedia layanan, tetapi juga tempat bertanya yang terasa lebih ramah dan mudah dijangkau.
Di sisi lain, usaha ini juga menjadi penopang ekonomi keluarga. Tambahan penghasilan dari setiap transaksi memberi ruang bagi Saripah untuk memperkuat kondisi finansial rumah tangga.
“Secara pribadi membantu juga, ada tambahan penghasilan untuk menunjang ekonomi,” ujarnya.
Namun, menjalankan usaha layanan publik bukan tanpa tantangan. Saripah harus menghadapi beragam karakter pelanggan, mulai dari yang ramah hingga yang datang dengan ekspresi dingin dan terburu-buru.
“Sebenarnya tiap pelanggan beda-beda, ada yang jutek, ada yang biasa saja. Tapi kita tetap harus ramah dan melayani dengan baik,” katanya.
Baginya, senyum dan kesabaran adalah bagian dari pekerjaan yang tidak tertulis. Bahkan ketika menghadapi pelanggan yang sulit, ia tetap berusaha menjaga sikap agar pelayanan tetap terasa nyaman.
“Walaupun pelanggan jutek, kita harus tetap senyum. Itu bagian dari pelayanan,” ucapnya.
Di tengah persaingan yang cukup ketat, Saripah juga dituntut lebih cermat dalam mempertahankan pelanggan. Dalam radius yang tidak terlalu jauh, terdapat beberapa agen BRILink lain yang menawarkan layanan serupa.
Situasi itu membuatnya harus memikirkan strategi sederhana namun efektif, salah satunya dengan memberikan biaya transaksi yang lebih bersaing dan menjaga kualitas pelayanan.
“Di sekitar sini ada beberapa agen juga, jadi kita harus pintar menarik pelanggan supaya mereka mau langganan di sini,” katanya.
Selain BRILink, Saripah juga menjalankan usaha lain seperti jual beli telepon genggam dan pulsa. Kombinasi usaha ini menjadi cara bertahan sekaligus memperluas sumber pendapatan di tengah dinamika ekonomi lokal.
Meski akses ke bank dan ATM tidak terlalu jauh dari tempat usahanya, Saripah melihat banyak warga tetap memilih datang kepadanya. Kedekatan, kepraktisan, dan rasa nyaman menjadi alasan utama.
Perlahan, usahanya bukan hanya soal transaksi, tetapi juga tentang kepercayaan. Setiap pelanggan yang kembali datang menjadi bukti bahwa layanan kecil tersebut memiliki arti besar bagi masyarakat sekitar.
Ke depan, Saripah berharap usahanya dapat terus berjalan dan berkembang. Ia ingin tetap menjadi bagian dari solusi layanan keuangan bagi masyarakat di sekitarnya.
“Harapannya usaha ini tetap lancar dan bisa terus berkembang,” ujarnya.
Di tengah derasnya perubahan sistem keuangan digital, peran kecil seperti yang dijalankan Saripah menjadi pengingat bahwa inklusi keuangan tidak selalu hadir dari gedung besar. Kadang, hal itu tumbuh dari usaha sederhana yang konsisten melayani kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, RCEO BRI Region 9, Dewi Hestiningrum S, menyebut Agen BRILink merupakan garda terdepan inklusi keuangan BRI. Mereka hadir di titik-titik yang belum terjangkau kantor cabang konvensional atau yang kerap disebut sebagai blank spot layanan perbankan.
“Dengan pendekatan personal dan kultural, Agen BRILink berhasil membangun kepercayaan masyarakat pedesaan untuk mulai menabung, mengirim uang, dan bertransaksi secara aman,” ujar Dewi.
Menurutnya, kekuatan model layanan BRILink terletak pada kedekatan dengan masyarakat.
Agen BRILink umumnya merupakan warga setempat yang telah dikenal komunitasnya, sehingga edukasi keuangan dapat berlangsung secara alami dalam interaksi sehari-hari.

