www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 Maret 2026
Home LIFESTYLE Rona & Film Aksara Pram Di Bumi Menjadi Manusia, Menyalakan Kembali Api Kemanusiaan
Rona & Film

Aksara Pram Di Bumi Menjadi Manusia, Menyalakan Kembali Api Kemanusiaan

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Dalam semangat bulan perjuangan bangsa, Yayasan Pramoedya Ananta Toer mempersembahkan acara bertajuk “Aksara Pram di Bumi Menjadi Manusia”, sebuah ruang refleksi dan perayaan atas warisan pemikiran sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer.

Acara ini mengangkat tema bagaimana orang-orang terinspirasi ketika membaca karya karyanya, lalu melahirkan kembali semangat kemanusiaan dan perjuangan yang pernah dihidupi Pram.

Lebih dari sekadar peringatan, Aksara Pram di Bumi Menjadi Manusia adalah panggilan untuk kembali membaca dan merasakan denyut pemikiran Pram, seorang penulis yang dengan seluruh kata-katanya berupaya membangkitkan kesadaran manusia Indonesia agar menjadi manusia seutuhnya.

Baca Juga : Pentas Perdana Festival Teater Indonesia, Tuangkan 20 Pertunjukan Di Empat Kota

Melalui acara ini, dimaksudkan mengajak publik menelusuri makna menjadi manusia, sebagaimana diungkapkan Pram dalam kutipan karya Tetralogi seperti : Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji dan kecurangan; Duniaku Bumi Manusia dengan segala persoalannya.

“Dari Minke di Bumi Manusia hingga suara kemanusiaan dalam Larasati, Gadis Pantai sampai Perburuan, karya-karya Pram bukan sekadar cerita, melainkan cermin kehidupan yang memantulkan keberanian, luka, dan keteguhan manusia untuk terus berdiri juga terus melangkah,” ujar Happy Salma, aktris dan pegiat sastra yang kerap menghidupkan karya-karya besar Indonesia melalui panggung teater.

Momentum bulan perjuangan bangsa ini menjadi ruang yang tepat untuk menyalakan kembali api keberanian, kebebasan berpikir, dan cinta tanah air yang dulu juga menjadi denyut nadi dalam karya-karya Pramoedya Toer.

Pram, bukan hanya menulis kisah, ia menulis kemanusiaan. Karya – karyanya mengingatkan kita untuk berpikir, melawan ketidakadilan, dan tetap percaya bahwa manusia punya daya untuk mengubah sebuah keadaan yang salah.

“Mengutip karya tetralogy, Anak Semua Bangsa, Selama penderitaan datang dari manusia, dia bukan bencana alam, dia pun pasti bisa dilawan oleh manusia,” ujar Aditya Ananta Toer, perwakilan Yayasan Pramoedya Ananta Toer.

Aksara Pram di Bumi Menjadi Manusia ingin memastikan bahwa semangat yang ditulis Pram dalam aksara, terus hidup di bumi yang sedang berusaha menjadi manusia./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Rona & Film

Tayang Lebaran, Film Senin Harga Naik Bahas Beda Bahasa Cinta Ibu-Anak

JAKARTA, Bisnistoday — Film drama keluarga Senin Harga Naik menghadirkan cerita dinamika...

Rona & Film

​​Misteri di Balik Jeritan Tengah Malam Asrama Putri Bogor yang Segera Terungkap di Bioskop

JAKARTA.Bisnistoday- ​Bioskop tanah air bersiap menyambut gelombang ketakutan baru melalui karya terbaru...

Tahun Kuda Api
Rona & Film

Tahun Baru Imlek Kuda Api 2026: Energi Berani, Perubahan Besar, dan Peluang Karier

JAKARTA, Bisnistoday - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menandai datangnya Tahun Kuda Api,...

Rona & Film

Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Sentil Realita Pahit Lebaran bagi Orang Dewasa

JAKARTA, Bisnistoday — Film drama keluarga berjudul Tunggu Aku Sukses Nanti mengangkat...