www.bisnistoday.co.id
Selasa , 7 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Aksi Jual Berlanjut, IHSG Kembali Terkoreksi
BURSA & KORPORASI

Aksi Jual Berlanjut, IHSG Kembali Terkoreksi

IHSG dan rupiah melemah
IHSG dan kurs rupiah pada perdagangan Kamis (30/05) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Aksi jual kembali mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (3/12). Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 45,31 poin ke posisi 6.538,51. Sementara indeks LQ45 turun 10,56 poin ke posisi 938,93.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Jumat (3/12) menyebutkan, anjloknya IHSG hari ini dipengaruhi kekhawatiran tentang penyebaran virus Covid-19 varian baru Omicron yang telah ditemukan di negara tetangga dan aksi jual investor asing terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Dibuka menguat, IHSG sempat naik turun pada awal-awal perdagangan hingga akhirnya berada di zona merah sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dengan sektor perindustrian turun paling dalam yaitu 1,33 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor keuangan masing-masing turun 1,09 persen dan 0,8 persen.

Sedangkan tiga sektor meningkat dengan sektor barang konsumen nonprimer naik paling tinggi yaitu 0,88 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor energi masing-masing naik 0,67 persen dan 0,25 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp545,13 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.106.559 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,13 miliar lembar saham senilai Rp11,44 triliun. Sebanyak 233 saham naik, 284 saham menurun, dan 144 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 276,2 poin atau 1 persen ke 28.029,57, Indeks Hang Seng turun 22,24 poin atau 0,09 persen ke 23.766,69, dan Indeks Straits Times meningkat 9,82 atau 0,32 persen ke 3.101,93.

Rupiah Melemah

Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta terkoreksi, masih dibayangi sentimen kekhawatiran terhadap varian Omicron dan juga percepatan tapering yang diperkirakan bakal dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed). 

Rupiah sore ini ditutup melemah 22 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp14.420 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.398 per dolar AS.

“Pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen varian Omicron, terutama setelah kasus COVID-19 di Afrika Selatan naik sejak Omicron terdeteksi di sana,” kata Analis DC Futures, Lukman Leong seperti dilansir Antara. Sementara itu, terkait rencana percepatan tapering oleh The Fed, Lukman menilai hal itu tergantung pada data ketenagakerjaan nonpertanian AS atau Non Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis malam ini.

“Untuk sikap The Fed yang hawkish akan tergantung pada data NFP malam ini, yang bisa memastikan arah kebijakan The Fed ke depan,” ujar Lukman./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...

GEDUNG BEI
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Masih Selektif, Tren “Bearish” Masih Menyelimuti IHSG

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan pasar saham diperkirakan masih berlanjut pasca rebalancing MSCI...

eBay (dok: usplash/appshunter-io)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisKorporasiOtomotif & Tekno

GameStop Akuisisi eBay Senilai Rp975 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika...