www.bisnistoday.co.id
Selasa , 6 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Aksi Profit Taking Berlanjut, IHSG Kian Melemah
Bursa

Aksi Profit Taking Berlanjut, IHSG Kian Melemah

ihsg melemah
IHSG pada perdagangan Senin (15/07) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (09/1) ditutup melemah 83,38 poin ke posisi 7.200,20. Sementara indek LQ45 turun 6,35 poin ke posisi 970,07.

Pelemahan IHSG lebih dipengaruhi oleh berlanjutnya aksi profit taking (ambil untung) para pelaku pasar.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (09/1) menyebutkan, IHSG cenderung mengalami koreksi yang tampaknya dipengaruhi tekanan aksi jual karena profit taking pelaku pasar.

Di sisi lain, bursa regional Asia menguat menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) pada pekan ini yang akan dapat memberikan petunjuk mengenai langkah kebijakan The Fed selanjutnya.

Survei ekspektasi konsumen terbaru menunjukkan bahwa perkiraan inflasi konsumen AS dalam jangka pendek turun ke level terendah dalam hampir tiga tahun pada Desember 2024.

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan tujuan ganda bank sentral untuk menurunkan inflasi dan mempertahankan tingkat pengangguran yang rendah belum bertentangan.

Sementara itu, pasar juga menantikan langkah kebijakan pemerintah China dalam meningkatkan pertumbuhan, dimana pasar tampaknya mempunyai pandangan bahwa bank sentral China akan melakukan pelonggaran kebijakan moneternya di saat masih lemahnya pemulihan ekonomi China.

Sebelumnya, departemen kebijakan moneter bank sentral China mengungkapkan mungkin menggunakan operasi pasar terbuka, fasilitas pinjaman jangka menengah, dan penurunan persyaratan cadangan di antara alat kebijakan moneter lainnya untuk memberikan dukungan kuat bagi pertumbuhan kredit yang wajar.

Dibuka Menguat

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat yaitu dipimpin sektor barang konsumen primer sebesar 1,13 persen, diikuti sektor keuangan yang naik sebesar 0,40 persen.

Sedangkan sembilan sektor turun yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus 4,30 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor transportasi & logistik yang
masing-masing turun sebesar 1,76 persen dan 1,67 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BBSS, BREN, TPIA, BRPT, dan PTRO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NICE, PYFA, BKDP, IKPM dan WIDI.

Baca juga: Pelaku Pasar Lakukan Aksi Frofit Taking, IHSG Ditutup Melemah

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.320.341 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,45 miliar lembar saham senilai Rp10,32 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 337 saham menurun, dan 241 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 385,80 poin atau 1,16 persen ke 38.763,19, indeks Hang Seng melemah 34,43 poin atau 0,21 persen ke 16.190,02, indeks Shanghai melemah 5,71 poin atau 0,20 persen ke 2.893,25, dan indeks Strait Times menguat 10,94 poin atau 0,34 persen ke 3.197,96./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...