JAKARTA, Bisnistoday- Setelah pada perdagangan sebelumnya diwarnai aksi profit taking, pada perdagangan hari ini, Rabu (9/2) investor asing melakukan aksi beli. IHSG pun menguat 45,08 poin ke posisi 6.834,61, sementara Indeks LQ45 naik 9,71 poin ke posisi 971,72.
Menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih ditopang oleh pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) yang sepanjang 2021 mencapai 3,69 persen Yoy.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 sesuai dengan proyeksi Menteri Keuangan dan Bank Dunia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 3,7 persen pada 2021. Bank Dunia juga memproyeksi ekonomi Indonesia akan tumbuh 3,7 persen pada 2021,” kata Analis Kanaka Hita Solvera (KHS), Raditya Pradana seperti dilansir Antara, Rabu (9/2).
Sentimen positif lainnya yaitu posisi cadangan devisa pada Januari 2022 sebesar 141,3 miliar dolar AS, turun dibandingkan Desember 2021 yang sebesar 144,9 miliar dolar AS.
Walaupun mengalami penurunan, cadangan devisa Indonesia pada Januari 2022 menurut Bank Indonesia masih tetap tinggi. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Bank Indonesia juga menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
“Kendati demikian, peningkatan level 3 PPKM di beberapa daerah juga menjadi perhatian bagi pelaku pasar. Karena kalau semakin parah, berpotensi menghambat recovery perekonomian yang sedang berlangsung,” ujar Raditya.
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih berada di teritori positif hingga akhirnya ditutup di zona hijau.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dimana sektor transportasi & logistik naik paling tinggi yaitu 4,01 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor perindustrian masing-masing 0,93 persen.
Sedangkan tiga sektor terkoreksi dimana sektor barang konsumen non primer turun paling dalam yaitu minus 0,92 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor teknologi masing-masing minus 0,33 persen dan minus 0,19 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp1,43 triliun. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp1,39 triliun.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.684.952 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,05 miliar lembar saham senilai Rp13,66 triliun. Sebanyak 271 saham naik, 265 saham menurun, dan 148 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 295,35 poin atau 1,08 persen ke 27.579,87, indeks Hang Seng turun 500,5 poin atau 2,06 persen ke 24.829,99, dan Straits Times meningkat 18,3 poin atau 0,54 persen ke 3.420,04.
Rupiah Pun Menguat
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 41 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.358 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.399 per dolar AS.
“Untuk faktor eksternal, dolar AS agak melemah dengan pelaku pasar menantikan data inflasi AS besok,” kata analis DC Futures, Lukman Leong.
Sementara dari domestik, Lukman menilai ekspektasi dari harga batu bara yang mencapai level tertinggi dalam empat bulan, masih akan menopang rupiah dalam beberapa waktu ke depan.
“Walau data tadi pagi melihat penurunan pada cadangan devisa Indonesia, namun saya kira akan kembali naik ke depannya,” ujar Lukman.
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2022 tetap tinggi, yakni sebesar 141,3 miliar dolar AS.
Meski begitu, angka cadangan devisa tersebut menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2021 sebesar 144,9 miliar dolar AS.
BI menyatakan, penurunan posisi cadangan devisa pada Januari 2022 antara lain dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan berkurangnya penempatan valuta asing (valas) perbankan di BI.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.374 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.357 per dolar AS hingga Rp14.387 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu menguat ke posisi Rp14.366 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.385 per dolar AS./







































