www.bisnistoday.co.id
Kamis , 9 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa BI Tahan Suku Bunga Acuan, Rupiah Ditutup Melemah
BursaBURSA & KORPORASI

BI Tahan Suku Bunga Acuan, Rupiah Ditutup Melemah

Kurs ruiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (16/3) kembali melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Kamis (16/3) melemah 7 poin atau ke posisi Rp15.389 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.382 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova seperti dikutif Antara mengatakan, pelemahan rupiah di tengah Bank Indonesia mempertahankan suku bunganya ini kerana keputusan BI itu dipengaruhi oleh angka inflasi dan momentum pertumbuhan ekonomi domestik.

Seperti diketahui bahwa Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 15-16 Maret 2023 memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga acuan BI alias BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), melainkan tetap mempertahankannya di level 5,75 persen.

Suku bunga deposit facility tetap dipertahankan pada posisi 5 persen dan suku bunga lending facility juga tetap di level 6,5 persen.

Selain itu, Rully mengatakan rupiah melemah terhadap dolar AS seiring dengan risiko yang meningkat di pasar keuangan global akibat isu kebangkrutan Credit Suisse Bank di Swiss, yang mengakibatkan pelaku pasar menghindari aset berisiko di negara-negara berkembang (emerging markets) termasuk Indonesia.

Raksasa perbankan Credit Suisse kehilangan hampir seperempat nilainya pada Rabu (15/3/2023), di tengah meningkatnya kejatuhan dari runtuhnya dua bank regional di Amerika Serikat (AS), yakni Silicon Valley Bank (SVB) California, dan Signature Bank dari New York.

Namun, menurut Rully, isu kebangkrutan Credit Suisse Bank, kejatuhan Silicon Valley Bank dan Signature Bank tidak signifikan berpengaruh terhadap sistem keuangan dan perekonomian Indonesia.

Ekspektasi pasar menurun terhadap kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS atau The Fed yang agresif karena data-data ekonomi pendukung yang masih lemah dan kebangkrutan sektor perbankan.

Data ekonomi yang dirilis pada Rabu (15/3/2023) beragam. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga produsen AS yang disesuaikan secara musiman untuk permintaan akhir turun 0,1 persen pada Februari, berlawanan dengan ekspektasi pasar akan kenaikan sebesar 0,3 persen.

Indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York, ukuran aktivitas manufaktur di negara bagian, turun 18,8 poin menjadi negatif 24,6 pada Maret, padahal para ekonom memperkirakan pembacaan negatif 5,0.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS turun 0,4 persen menjadi 698 miliar dolar AS pada Februari, turun dari angka revisi 701 miliar dolar sebulan sebelumnya.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan harga produsen AS secara tak terduga turun pada Februari, sehari setelah pembacaan lain menunjukkan moderasi inflasi konsumen. Ini memicu harapan investor, The Fed mungkin memperlambat kenaikan suku bunga.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun, dengan pedagang sekarang mengharapkan peluang yang sama untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin dan jeda pada pertemuan Fed Maret.

Investor juga lega setelah laporan inflasi AS Februari pada Selasa (14/3/2023) menunjukkan harga konsumen naik 0,4 persen, dengan kenaikan tahun-ke-tahun sebesar 6,0 persen – sejalan dengan ekspektasi para analis.

Rupiah pada pagi hari dibuka menurun ke posisi Rp15.440 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.375 per dolar AS hingga Rp15.456 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis tergelincir ke posisi Rp15.418 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.365 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...