www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 18 April 2026
Home GLOBAL Blue Helmet Desak Evakuasi 9 WNI di Ukraina
GLOBAL

Blue Helmet Desak Evakuasi 9 WNI di Ukraina

BLUE Helmet : Sulfiadi Barmawi, Komandan Nasional Blue Helmet Indonesia dalam keterangannya, Minggu (13/3).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Blue Helmet Indonesia mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) membantu pemulangan 9 WNI asal Sumatera Utara (Sumut) yang masih terjebak di dalam perang Rusia-Ukraina. Mereka terjebak di Kota Chernihiv, Ukraina bagian utara hingga kini.

“Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) dilindungi hak-haknya sebagaimana telah dijamin oleh UUD 1945, tidak terkecuali di dalam dan luar negeri,” kata Sulfiadi Barmawi, Komandan Nasional Blue Helmet Indonesia dalam keterangannya, Ahad (13/3).

Menurut Sulfiadi, berdasarkan UU No.37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, Pemerintah Indonesia harus melindungi kepentingan warga negara sesuai dengan ketentuan hukum dan kebiasaan internasional, bagi warganya yang berada di luar negeri.

“Apalagi mereka yang terjebak dalam perang dua negara, antara Rusia-Ukraina, dimana sangat tidak menjamin keselamatan mereka disana. Pemerintah wajib hukumnya melindungi keselamatan mereka,” katanya.

Komandan Blue Helmet Sumut Saiful Bahri Barus mengungkapkan, 9 WNI tersebut berasal dari enam warga Kota Binjai dan tiga warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

“Konflik perang antara Rusia dan Ukrania ini memberi dampak sedih bagi warga Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Lokasi warga Sumut yang terjebak ada Chernihiv Ukraina bagian utara,” kata Saiful.

Berita Terkait : Perang Rusia-Ukraina Bisa Berlangsung Lama

Adapun enam warga Kota Binjai yang terjebak di Ukraina adalah Iskandar, Muhamad Raga Prayuda, Muhamad Aris Wahyudi, Syahfitra Sandiyoga, Agus Alfirian, Rian Jaya Kusuma.

Sementara tiga orang warga Kabupaten Langkat yang juga terjebak di Ukraina, adalah Dedi Irawan, Zulham Ramadhan dan Amri Abas Iskandar.

Blue Helmet Sumut, kata Saiful, telah melayangkan surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kemenlu dan KBRI Kiev untuk memulangkan 9 WNI asal Sumut secepatnya, namun hingga kini tidak ada respon.

“Karena itu, Blue Helmet Sumatera Utara meminta Blue Helmet Indonesia sebagai fasilitator, mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera memulangkan warga Sumatera Utara yang sampai saat ini masih berada di Ukrania,” ungkapnya.

Saiful menilai, 9 warga Sumut yang masih terjebak di Kota Chernihiv, Ukraina, juga merupakan WNI. Ia berharap agar Kemenlu bisa lebih peduli lagi terhadap warganya di luar negeri yang terjebak perang Rusia-Ukraina.

“Blue Helmet Sumatera Utara mendesak pemerintah untuk segera memulangkan 9 WNI asal sumut yang terjebak Perang Rusia Ukraina, sebagai bentuk kepedulian kita terhadap  kemanusiaan. Mereka butuh perlindungan,” tegas Saiful Bahri Barus.

Terjebak di Chernihiv

Ketua Bidang Pelayanan Masyarakat (Yanmas) DPN Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Styandari Hakim, yang membawahi relawan kemanusian Blue Helmet mendesak Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Ukraina Ghafur Dharmaputra segera memulangkan 9 warga Sumut ke tanah air.

“Wewenang untuk mendesak pemulangan 9 WNI Sumut itu, harusnya menjadi wewenang dan tanggungjawab Kemenlu dan Kedubes RI di Ukraina. Mereka memiliki akses dan komunikasi ke luar negeri. Kita harap Kemenlu dan Kedubes di Ukraina lebih proaktif lagi,” kata Styandari Hakim.

Tyan, sapaan akrab Styandari Hakim, meminta 9 warga Sumut yang masih Chernihiv, Ukraina utara juga aktif melakukan komunikasi dengan Kedubes Indonesia di Kiev, Ukraina untuk memudahkan pemulangan ke tanah air segera.

“Kita juga mengharapkan 9 WNI yang terjebak di Ukraina untuk melakukan komunikasi dengan Kedubes RI Ukraina,” ketua Ketua Bidang Yanmas DPN Partai Gelora Indonesia ini./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Perang Iran Israel
GLOBALHEADLINE NEWSKawasan Global

Pakistan Terus Upayakan Perdamaian di Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday – Amerika Serikat dan Iran masih membahas rencana perundingan kedua...

Bendera Libanon (dok:Unsplash/charbel-karam)
GLOBALKawasan Global

Gencatan Senjata Israel-Libanon Ditanggapi Pesimis

JAKARTA, Bisnistoday – Pasukan Israel sepakat melakukan gencatan senjata dengan Hizbullah, milisi...

Presiden AS Donald J Trump.
GLOBALKawasan Global

Parlemen AS Kembali Gagal Hentikan Ambisi Donald Trump

JAKARTA, Bisnistoday – Kongres (Parlemen) Amerika Serikat kembali gagal mengeluarkan resolusi untuk...

Presiden AS
GLOBALKawasan Global

AS dan Iran Dikabarkan bakal Kembali ke Meja Perundingan

JAKARTA, Bisnistoday – Upaya untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah belum sepenuhnya...