Press "Enter" to skip to content

China Akan Kembali Perketat Penanganan Covid-19, IHSG Kembali Melemah

KIAN MELEMAH: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/11) kembali diitutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kekhawatiran pelaku pasar bahwa China akan memperketat kembali penanganan kasus Covid-19 menjadi sentimen negatif pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (22/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah sebesar 32,66 poin ke posisi 7.030,59. Sementara indeks LQ45 turun 5,53 poin ke posisi 996,87.

Equty Analyst Indo Premier Sekuritas, Mino mengatakan sentimen negatif bagi indeks yaitu kekhawatiran bahwa China akan memperketat kembali penanganan kasus Covid-19.

Dibuka menguat, kurang satu jam IHSG melemah dan terus bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih terus bergerak di teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 2,07 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor kesehatan masing-masing turun 0,87 persen dan 0,48 persen.

Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor energi dan sektor properti & real estat masing-masing naik1,53 persen dan 0,16 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu WAPO, WEHA, BIPI, SLIS, PNLF. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BSBK, GOTO, ARTO, UFOE, dan BNBR.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.189.832 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,12 miliar lembar saham senilai Rp11,02 triliun. Sebanyak 242 saham naik, 260 saham menurun, dan 201 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 170,95 atau 0,61 persen ke 28.115,74 Indeks Hang Seng turun 231,5 atau 1,31 persen ke 17.424,41, Indeks Shanghai meningkat 3,9 poin atau 0,13 persen ke 3.088,94, dan Indeks Straits Times naik 8,94 poin atau 0,28 persen ke 3.259,56./

Comments are closed.