www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Dipicu Penurunan Harga Sayuran, Indonesia Alami Deflasi Agustus 2025
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Dipicu Penurunan Harga Sayuran, Indonesia Alami Deflasi Agustus 2025

Gedung BPS
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada Agustus 2025 terjadi deflasi sebesar 0,08 persen (month to month). Meski begitu, secara tahunan masih tercatat inflasi sebesar 2,31 persen (year on year), sementara inflasi tahun kalender (Januari–Agustus 2025) mencapai 1,60 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa tren deflasi pada bulan Agustus sudah terjadi selama empat tahun terakhir. ”Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi sebesar 0,10 persen, dengan andil inflasi 0,01 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi 0,10 persen, dan memiliki andil deflasi 0,01 persen,” tuturnya.

Sementara, komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah tomat (0,10 persen), cabai rawit (0,07 persen), tarif angkutan udara (0,03 persen), dan bensin (0,02 persen). Selain itu, terdapat pula komoditas yang masih memberikan andil inflasi yaitu bawang merah (0,05 persen), dan beras (0,03 persen). Andil inflasi beras disebabkan oleh terjadinya inflasi beras sebesar 0,73 persen (m-to-m), lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan Juli 2025 yang mencapai 1,35 persen.

Harga Sayuran Menurun

Pudji Ismartini, menjelaskan berdasarkan komponen, deflasi bulan Agustus 2025 utamanya didorong oleh deflasi komponen harga bergejolak dengan andil deflasi sebesar 0,10 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah tomat, cabai rawit, dan bawang putih. Selanjutnya, komponen harga diatur pemerintah juga mengalami deflasi, dengan andil deflasi sebesar 0,02 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi pada kelompok ini adalah tarif angkutan udara dan bensin. Sedangkan komponen inti mengalami inflasi, dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah biaya kuliah Akademi/PT, emas perhiasan dan biaya SD.

Menurut wilayah,lanjut Pudji Ismartini, secara bulanan tercatat 27 provinsi mengalami deflasi, dan 11 provinsi mengalami inflasi. Deflasi terdalam terjadi di Maluku Utara, yaitu sebesar 1,90 persen. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Sumatera Utara, yaitu sebesar 1,37 persen.

Secara tahunan (y-on-y), pada Agustus 2025 terjadi inflasi sebesar 2,31 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 106,06 pada Agustus 2024 menjadi 108,51 pada Agustus 2025. Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 3,99 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 1,14 persen. Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah bawang merah, beras, ikan segar, minyak goreng, tomat, kopi bubuk, dan sigaret kretek mesin (SKM).//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Industri Elektronik
HEADLINE NEWS

Triwulan III-2026, Industri Manufaktur Tumbuh 5,88 Persen

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy)...

Pameran SIAL
HEADLINE NEWS

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Bisnis Dan Akses Pasar Global Bagi Industri F&B

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka hari...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Potensi Arus Keluar Dana Asing hingga USD 11 Miliar Membayangi Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai tekanan terhadap pasar...