www.bisnistoday.co.id
Rabu , 8 Juli 2026
Home NASIONAL & POLITIK Duta Besar Kolombia Berguru Pengelolaan Tanah dari Indonesia 
NASIONAL & POLITIK

Duta Besar Kolombia Berguru Pengelolaan Tanah dari Indonesia 

DUBES KOLOMBIA : Menteri ATR BPN Sodyan Djalil saat acara pertemuan daring dengan Diubes Kolombia, baru-baru ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Reforma Agraria merupakan sebuah solusi bagi penyelesaian masalah pertanahan di beberapa negara, tak terkecuali Indonesia dan Kolombia. Di Indonesia sendiri, Reforma Agraria dijalankan melalui penataan aset dan penataan akses, di mana masyarakat bisa langsung mendapatkan pendampingan dalam program pemberdayaan. 

Hal ini menjadi latar belakang Duta Besar Kolombia untuk Indonesia, Juan Camilo Valencia Gonzales melakukan audiensi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil secara daring pada Jumat (18/2).

Duta Besar Kolombia untuk Indonesia mengungkapkan ketertarikannya atas proses yang dilakukan Indonesia pada wilayah pedesaan terkait dengan penataan akses. Soal bagaimana masyarakat memiliki peranan penuh dalam memanfaatkan tanahnya menjadi aset yang bermanfaat dan menghasilkan, kemudian berproduksi, dan mereka juga yang memasarkan produk. 

“Kami tertarik bagaimana kalian mengkoneksikan produksi dengan konsesi serta membantu masyarakat untuk mendapatkan pasarnya, membantu mereka meningkatkan berbagai hal, tak hanya memberikan peraturan namun juga memberikan mereka kesempatan untuk bekerja dan memproduksi di area pedesaan, kami ingin mempelajari itu dari Indonesia,” kata Juan Camilo Valencia Gonzales.

Reforma Agraria

Menteri ATR/Kepala BPN mengungkapkan bahwa terkait Reforma Agraria, pemerintah Indonesia memiliki program strategis dalam hal penataan aset yaitu dalam memberikan kepastian hukum atas tanah masyarakat. Dalam hal ini, Kementerian ATR/BPN terus berupaya mendaftarkan seluruh tanah di Indonesia yang berada di luar kawasan hutan. 

“Di Indonesia ada dua kepemilikan tanah, lease hold and free hold. Kebanyakan tanah sebenarnya free hold, kita akan berikan sertipikat tanah. Kita sudah daftarkan mungkin sekitar 33 juta bidang tanah, milik masyarakat, tugas kami hanya menyertipikatkan dan memberikan sertipikat,” tutur Sofyan A. Djalil.

Dengan adanya sertipikat tanah, menurut Menteri ATR/Kepala BPN masyarakat bisa pergi ke lembaga keuangan formal untuk mendapatkan pinjaman agar bisa mengembangkan usahanya. “Jadi kami mendorong mereka untuk memiliki sertipikat, sekarang banyak orang ingin memiliki sertipikat karena mereka bisa berpartisipasi ke dalam sistem keuangan formal, jadi kita bisa sekaligus mencegah orang dimanfaatkan lintah darat,” jelas Sofyan A. Djalil.

Di samping melakukan pendaftaran tanah, Sofyan A. Djalil menuturkan bahwa di Indonesia juga dilakukan redistribusi tanah yang tanahnya bersumber dari lease hold, yang sudah tidak dimanfaatkan lagi atau ditelantarkan. “Jadi jika ada lease hold yang sudah tidak bisa lagi untuk perkebunan besar, kita ambil beberapa part atau semuanya kita redistribusi kepada masyarakat,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wamen ATR/BPN
NasionalNASIONAL & POLITIK

Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden

JAKARTA, Bisnistoday  - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan...

Bahlil Sentil Menteri Perumahan maruara sirait prabowo hipmi
NasionalNASIONAL & POLITIK

Canda Bahlil Colek Kinerja Perumahan di Depan Prabowo

LAMPUNG, BisnisToday - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil...

Fahri Hamzah Dorong Reformasi Total Sektor Perumahan Nasional_Baku Menjadi Alarm Dunia
NasionalNASIONAL & POLITIK

Fahri Hamzah Dorong Reformasi Total Sektor Perumahan Nasional

Jakarta, BisnisToday - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah,...

LingkunganNASIONAL & POLITIK

BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali

direktur elain penyeraghaJAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) melakukan...