JAKARTA, Bisnistoday – Euforia hasil quick count pemilihan umum (Pemilu) khususnya Pemilu Presiden yang sementara pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menjadi pendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (16/02).
IHSG pada perdagangan hari ini ditutup menguat 32,26 poin ke posisi 7.335,54. Sementara indeks LQ45 naik 3,31 poin ke posisi 1.006,63.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (16/02) menyebut, euforia hasil quick count masih menjadi katalis positif pasar dalam negeri, karena memberikan indikasi bahwa Pilpres akan berlangsung satu putaran, sehingga memberikan kepastian kebijakan pemerintah.
Selain itu, Bank Indonesia (BI) dalam rilisnya menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Desember 2023 tumbuh 0,2 persen year on year (yoy), ditopang oleh pertumbuhan penjualan pada Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat yaitu dipimpin sektor energi yang meningkat sebesar 0,73 persen, diikuti sektor energi yang naik sebesar 0,08 persen.
Sedangkan sembilan sektor turun yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus sebesar 1,60 persen, diikuti sektor properti dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing yang turun sebesar 1,38 persen dan 1,28 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu HUMI, TPIA, PTMP, CUAN, dan HYGN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BAIK, PMMP, PTPS, ADHI, dan WIDI.
Baca juga: Pemberian Insentif Fiskal Kepada Sektor Pariwisata Disambut Positif, IHSG Menguat
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.223.079 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,05 miliar lembar saham senilai Rp16,57 triliun. Sebanyak 221 saham naik, 316 saham menurun, dan 226 tidak bergerak nilainya.
Rupiah Stabil
Sementara itu nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS stabil. Rupiah ditutup hanya turun satu poin atau 0,01 persen menjadi Rp15.624 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.623 per dolar AS.
“Masih akan stabil dengan pasar menyambut baik pilpres yang terlaksana dengan aman,” kata ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto seperti dikutif Antara.
Selain itu, lanjut Arya, sentimen positif dari dalam negeri juga didukung oleh rilis surplus neraca perdagangan RI yang masih cukup tinggi.
Dengan demikian, ketahanan eksternal akan sangat terjaga dengan Indonesia telah mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 45 bulan berturut-turut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia berlanjut pada Januari 2024 sebesar 2,02 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada Desember 2023 sebesar 3,29 miliar dolar AS.
Sementara dari sisi global, pasar melihat adanya sentimen dari penundaan pemangkasan suku bunga kebijakan Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate yang tadinya diharapkan di bulan Maret 2024.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat merosot ke level Rp15.654 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.606 per dolar AS./


