www.bisnistoday.co.id
Senin , 25 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI Garuda Akan Kembalikan 12 Pesawat Bombardier CRJ 1000 ke NAC
BURSA & KORPORASIKorporasi

Garuda Akan Kembalikan 12 Pesawat Bombardier CRJ 1000 ke NAC

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memutuskan untuk mengakhiri kontrak sewa dan mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 kepada Nordic Aviation Capital (NAC) yang akan jatuh tempo pada 2027.

“Kita memutuskan untuk mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000 untuk mengakhiri kontrak kepada NAC. Tentu keputusan ini ada landasannya, kita tahu bagaimana kami mempertimbangkan tata kelola perusahaan yang baik transparan akuntanbilitas dan profesional,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir saat konferensi daring di Jakarta, Rabu (10/2).

Keputusan tersebut, kata Erick, juga melihat dari keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia dan juga penyelidikan Serious Fraud Office (SFO) Inggris terhadap indikasi pidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda saat proses pengadaan pesawat tahun 2011 lalu.

Selain itu, lanjut Erick, keputusan mengakhiri kontrak sewa pesawat itu juga untuk efisiensi biaya.

“Kondisi covid-19 ternyata masih berkelanjutan, tidak hanya di Indonesia tapi di banyak negara lain juga masih berlangsung pada tahun ini. Jadi efisiensi menjadi kunci,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa saat ini Garuda Indonesia menjadi salah satu maskapai dengan kontrak sewa yang paling tinggi di dunia, sebesar 27 persen. “Proses negosiasi ini tentu sudah terjadi berulang-ulang kali antara Garuda dan NAC. Tapi sayangnya early temination belum mendapatkan respon,” katanya.

Ciptakan Kerugian

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan  penggunaan pesawat Bombardier CRJ -1000 menciptakan kerugian bagi perseroan. Saat ini
perseroan memiliki 18 pesawat Bombardier, sebanyak 12 pesawat sewa dari NAC dengan skema operating lease hingga 2027.

“Bahwa selama delapan tahun beroperasi (Bombardier CRJ -1000) kinerja operasional penggunaan pesawat ini walaupun utilisasinya di atas penggunaan industri tapi tetap saja tidak menghasilkan keuntungan, atau menciptakan kerugian yang cukup besar buat Garuda,” ujar dia. Ia memproyeksikan dengan tetap memanfaatkan pesawat Bombardier CRJ -1000 itu kerugian-kerugian akan terus muncul. “Oleh sebab itu penghentian ini adalah juga bagian dari upaya kita mengurangi kerugian di masa mendatang,” ucapnya.

Irfan menyampaikan, manajemen menyadari dengan pemberhentian secara sepihak itu akan menciptakan konsekuensi terpisah. “Tapi kami sampaikan, kami siap menangani konsekuensi tersebut secara profesional,” ucapnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kurir Barang
Korporasi

SPX Express Beri Apresiasi Kurir Lewat Program Umrah dan Beasiswa

JAKARTA, Bisnistoday - Perusahaan jasa pengiriman SPX Express menghadirkan program apresiasi bagi...

Pelatihan PLN
Korporasi

PLN Icon Plus Gelar Literasi Kelas Coding Inklusif untuk Anak Autisme

JAKARTA, Bisnistoday - PLN Icon Plus menggelar literasi program Bangkit dari Kode...

GEDUNG BEI
Korporasi

Volatilitas Global Meningkat, Koreksi Pasar Menjadi Peluang Investasi

JAKARTA, Bisnistoday - Tekanan terhadap pasar keuangan global dan domestik terus meningkat...

Korporasi

BRI Life Dukung Telkomsel Digiland Run 2026 Sebagai Official Insurance Partner

JAKARTA, Bisnistoday - Asuransi BRI Life kembali menjadi Official Insurance Partner dalam...