www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 18 April 2026
Home BURSA & KORPORASI Korporasi Gen Z Hingga Wirausaha Kini Bisa Punya Rumah dengan Skema Syariah
Korporasi

Gen Z Hingga Wirausaha Kini Bisa Punya Rumah dengan Skema Syariah

BTN Syariah
Direktur Consumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Hirwandi Gafar
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Para Gen Z hingga milenial yang memiliki pekerjaan tetap atau bahkan wirausaha kini bisa memiliki hunian sendiri melalui KPR berskema syariah milik Bank BTN. Skema tersebut juga menawarkan uang muka ringan hingga promo bundling untuk pembiayaan isi furniture rumah hingga biaya pernikahan.

Direktur Consumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Hirwandi Gafar mengatakan pihaknya memiliki Pembiayaan Kepemilikan Rumah (KPR) BTN Syariah yang cocok bagi Gen Z maupun milenial karena memiliki jangka waktu sampai 30 tahun. KPR tersebut, lanjutnya, dapat diakses oleh calon Nasabah dengan semua jenis pekerjaan, mulai dari pekerjaan tetap, profesional, hingga wirausaha.

“Para Gen Z juga dapat memilih beragam hunian karena kami memiliki puluhan ribu mitra pengembang dengan berbagai jenis proyek perumahan. Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Unit Usaha Syariah Bank BTN dan HUT ke-74 Bank BTN, kami juga menawarkan diskon biaya administrasi dan biaya proses yang menarik,” ujar Hirwandi di Jakarta, Jumat (02/02).

Hirwandi menjelaskan KPR BTN Syariah memiliki beberapa skema yakni skema berjenjang dengan margin mulai 2,99%. KPR berskema syariah ini juga menawarkan pilihan skema fix margin sampai lunas.

Ada beberapa pilihan skema akad KPR BTN Syariah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Di antaranya KPR BTN Platinum iB dengan akad murabahah untuk pembelian unit properti ready stock. Kemudian, ada juga KPR BTN Indent iB dengan akad Istisna untuk pembelian unit properti Inden. Lalu, Pembiayaan Properti BTN iB dengan Akad Musyarakah Mutanaqisah atau Ijarah Muntahiya Bittamlik untuk pembelian unit properti maupun refinancing asset Nasabah.

Baca juga: Aset BTN Syariah Bakal Tembus di Atas Rp50 Triliun

Selain berbagai pilihan tersebut, Bank BTN juga memberikan paket promo bundling KPR yang bebas biaya administasi dan biaya proses. Beberapa paket bundling yakni KPR Bundling Multimanfaat di mana nasabah juga dapat mengakses pembiayaan untuk pembelian perlengkapan rumah seperti furniture, pagar, kanopi, dan sebagainya. Bank BTN juga memiliki promo KPR Bundling Multijasa, di mana nasabah dapat menikmati pembiayaan pembelian rumah sekaligus untuk Umroh, pendidikan, hingga pernikahan.

Pembiayaan Naik

Sementara itu, sepanjang 2023, BTN Syariah telah menyalurkan pembiayaan senilai lebih dari Rp37 triliun atau naik sekitar 17% year-on-year. Per 2023, BTN Syariah pun masih tercatat sebagai penyalur KPR Subsidi terbesar kedua setelah Bank BTN.

BTN Syariah juga terus berinovasi menghadirkan produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan perumahan semua segmen masyarakat mulai dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kelas menengah, hingga menengah ke atas. “Minat masyarakat untuk memiliki rumah dengan skema pembiayaan syariah semakin tinggi, sehingga market share kami pun terus meningkat,” tutur Hirwandi./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Gedung BAPI
Korporasi

Perkuat Portofolio, BAPI Gandeng NANO Kelola Aset Properti Rp600 M

JAKARTA, Bisnistoday,- PT Bhaktiagung Propertindo Tbk (BAPI) bersiap merealisasikan aksi korporasi strategis...

RUPS PT Hartadinatas Abadi
Korporasi

Sepanjang 2025, Pendapatan Hartadinata Kembali Melesat

BANDUNG, Bisnistoday - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membukukan kinerja keuangan tertinggi...

EKONOMIKorporasiSektor Riil

PalmCo Bersiap Ground Breaking Fasilitas Hilirisasi Terbaru

JAKARTA — Bisnistoday: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mempercepat langkah hilirisasi...

Semen MErah Putih
HEADLINE NEWSKorporasi

Pasar Bergejolak, PT Cemindo Gemilang Tbk Optimistis Tumbuh di Atas Industri

JAKARTA, Bisnistoday - Ditengah tekanan global yang belum sepenuhnya mereda, industri semen...