www.bisnistoday.co.id
Senin , 21 September 2026
Home EKONOMI Gubernur Bank Indonesia Optimis Kurs Rupiah Segera Menguat
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Gubernur Bank Indonesia Optimis Kurs Rupiah Segera Menguat

GubernurBI, Perry Warjiyo
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah diyakini segera menguat setelah ketidakpastian kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed mulai mereda.

Hal tersebut dikatakan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam acara CNBC Economic Outlook 2023, yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (28/2).

Perry mengungkapkan, setidaknya terdapat lima alasan keyakinan tersebut, yakni pertama, prospek ekonomi Indonesia yang cerah dengan perkiraan BI pada awalnya ekonomi akan tumbuh 4,9 persen pada 2023.

Namun, seiring dengan pembukaan ekonomi Tiongkok, proyeksi tersebut direvisi ke atas menjadi 5-5,1 persen.

Alasan kedua yaitu perkiraan inflasi yang akan kembali rendah di bawah empat persen pada tahun ini. Ketiga, perbedaan imbal hasil (yield) Indonesia yang terus menarik.

Keempat, kondisi neraca perdagangan, transaksi berjalan, dan neraca pembayaran yang diperkirakan tetap surplus. Terakhir, komitmen BI dalam menstabilkan nilai tukar rupiah.

Perry menegaskan terdapat dua faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah, yakni teknikal dan fundamental.

Saat ini, memang sedang terdapat faktor teknikal yang menekan kurs Garuda seperti kebijakan Fed.

“Pada saat-saat ini, kami akan menstabilkan nilai tukar rupiah. Kami tidak segan-segan menstabilkan nilai tukar rupiah dan melakukan intervensi dalam masa-masa tekanan,” ungkapnya.

Meski begitu, dirinya menilai langkah tersebut tidak cukup, sehingga BI akan mendorong penguatan rupiah secara fundamental melalui kebijakan term deposit valas yang sudah dikeluarkan aturannya oleh BI pada akhir tahun lalu.

Dalam kebijakan tersebut, BI bekerja sama dengan 19 bank.

Kebijakan term deposit valas yang dikeluarkan oleh BI salah satunya mengatur pemberian insentif kepada eksportir dan biaya agen bank yang berhasil mempertahankan devisa hasil ekspor (DHE) selama minimal tiga bulan.

“Kami sudah bertemu dengan 221 eksportir dan kami sudah siap untuk meluncurkan kebijakan ini pada awal Maret 2023. Ini akan berjalan sambil menunggu pemerintah merevisi aturan terkait DHE,” ucap Perry./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

Kejar Kemandirian Fiskal, Pemkot Bandung Targetkan PAD Tembus 60 Persen Pendapatan Daerah

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung menargetkan peningkatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Hadirkan Coaching Clinic Pembiayaan di Borobudur Expo 2026 

MAGELANG, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menghadirkan layanan Coaching...

EKONOMIKomunitasLIFESTYLE

15.000 Peserta Ramaikan Pocari Run 2026 Bandung, Pemkot Siapkan Rekayasa Lalu Lintas 19-20 September

BANDUNG, Bisnistoday - Pocari Run 2026 akan digelar selama dua hari di...

EKONOMI

Libatkan Pengemudi Lama, Bandung Angkot Utama Jadi Pintu Masuk Ekonomi Digital Berbasis Blockchain

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung mengembangkan Bandung Angkot Utama sebagai bagian...