www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 7 November 2026
Home EKONOMI Gubernur Bank Indonesia Optimis Kurs Rupiah Segera Menguat
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Gubernur Bank Indonesia Optimis Kurs Rupiah Segera Menguat

GubernurBI, Perry Warjiyo
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah diyakini segera menguat setelah ketidakpastian kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed mulai mereda.

Hal tersebut dikatakan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam acara CNBC Economic Outlook 2023, yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (28/2).

Perry mengungkapkan, setidaknya terdapat lima alasan keyakinan tersebut, yakni pertama, prospek ekonomi Indonesia yang cerah dengan perkiraan BI pada awalnya ekonomi akan tumbuh 4,9 persen pada 2023.

Namun, seiring dengan pembukaan ekonomi Tiongkok, proyeksi tersebut direvisi ke atas menjadi 5-5,1 persen.

Alasan kedua yaitu perkiraan inflasi yang akan kembali rendah di bawah empat persen pada tahun ini. Ketiga, perbedaan imbal hasil (yield) Indonesia yang terus menarik.

Keempat, kondisi neraca perdagangan, transaksi berjalan, dan neraca pembayaran yang diperkirakan tetap surplus. Terakhir, komitmen BI dalam menstabilkan nilai tukar rupiah.

Perry menegaskan terdapat dua faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah, yakni teknikal dan fundamental.

Saat ini, memang sedang terdapat faktor teknikal yang menekan kurs Garuda seperti kebijakan Fed.

“Pada saat-saat ini, kami akan menstabilkan nilai tukar rupiah. Kami tidak segan-segan menstabilkan nilai tukar rupiah dan melakukan intervensi dalam masa-masa tekanan,” ungkapnya.

Meski begitu, dirinya menilai langkah tersebut tidak cukup, sehingga BI akan mendorong penguatan rupiah secara fundamental melalui kebijakan term deposit valas yang sudah dikeluarkan aturannya oleh BI pada akhir tahun lalu.

Dalam kebijakan tersebut, BI bekerja sama dengan 19 bank.

Kebijakan term deposit valas yang dikeluarkan oleh BI salah satunya mengatur pemberian insentif kepada eksportir dan biaya agen bank yang berhasil mempertahankan devisa hasil ekspor (DHE) selama minimal tiga bulan.

“Kami sudah bertemu dengan 221 eksportir dan kami sudah siap untuk meluncurkan kebijakan ini pada awal Maret 2023. Ini akan berjalan sambil menunggu pemerintah merevisi aturan terkait DHE,” ucap Perry./

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIPerbankan & Asuransi

HUT BRI Life ke-39, Perkuat Komitmen “Melindungi Keluarga Indonesia”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Asuransi BRI Life merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Bank Sampoerna
Perbankan & Asuransi

Dukung Pertumbuhan UMKM, Bank Sampoerna Catatkan Pertumbuhan Positif

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Bank Sahabat Sampoerna mampu mempertahankan tren positif kinerja fundamental...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...