www.bisnistoday.co.id
Jumat , 17 April 2026
Home HEADLINE NEWS Harga CPO Naik 4,81% pada September 2025, Ekspor Kakao Melemah
HEADLINE NEWS

Harga CPO Naik 4,81% pada September 2025, Ekspor Kakao Melemah

Harga Referensi CPO
HARGA REFERENSI CPO Cenderung Turun./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk periode 1–30 September 2025 ditetapkan sebesar USD 954,71/MT, naik 4,81 persen dari bulan sebelumnya. Kenaikan harga ini memengaruhi besaran Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) yang wajib dibayarkan eksportir.

“Saat ini, Harga Referensi CPO meningkat menjauhi ambang batas USD 680/MT. Untuk itu, merujuk pada PMK yang berlaku, pemerintah mengenakan bea keluar CPO sebesar USD 124/MT dan pungutan ekspor sebesar 10 persen dari HR CPO periode September 2025, yaitu USD 95,47/MT,” ujar Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.

Kenaikan HR CPO tersebut berdampak pada penetapan Bea Keluar (BK) sebesar USD 124/MT serta Pungutan Ekspor (PE) sebesar USD 95,47/MT. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1845 Tahun 2025.

Faktor Pendorong Kenaikan

Menurut Kemendag, kenaikan HR CPO dipicu oleh meningkatnya permintaan global, terutama dari India, serta rencana penerapan kebijakan mandatory B50 di Indonesia. Selain itu, lonjakan harga minyak nabati lain, seperti minyak kedelai, turut memberi pengaruh.

“Rencana Tiongkok mengenakan antidumping duty minyak canola asal Kanada, serta kebijakan mandatory biodiesel di Amerika Serikat yang berbasis minyak kedelai, ikut memperkuat tren kenaikan harga CPO,” terang Tommy.

Biji Kakao Melemah

Sementara itu, HR biji kakao periode September 2025 turun menjadi USD 8.174,73/MT, melemah 0,73 persen dibanding Agustus. Dampaknya, Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao juga turun menjadi USD 7.743/MT, namun bea keluar tetap sebesar 15 persen sesuai PMK Nomor 38 Tahun 2024.

Penurunan harga ini disebabkan meningkatnya pasokan dari produsen utama dunia, seperti Ghana dan Pantai Gading, yang tidak sebanding dengan permintaan pasar.

Untuk komoditas lain, HPE produk kulit pada periode September 2025 tidak mengalami perubahan. Adapun pada produk kayu, terdapat penurunan harga veneer dari hutan alam, wood chips, serta kayu olahan jenis tertentu.

Sebaliknya, peningkatan HPE terjadi pada kayu veneer dari hutan tanaman, serta kayu olahan dari rimba campuran, jati, pinus, gemelina, dan sengon.//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Perang Iran Israel
GLOBALHEADLINE NEWSKawasan Global

Pakistan Terus Upayakan Perdamaian di Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday – Amerika Serikat dan Iran masih membahas rencana perundingan kedua...

Menaker
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kemnaker dan TikTok Buka Peluang Kerja Baru Talenta Ekonomi Digital

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan TikTok Indonesia...

Diskusi Publik
EnergiHEADLINE NEWS

Diminati Pasar, Transportasi Bertenaga Listrik Butuh Dukungan Berbagai Pihak

JAKARTA, Bisnistoday – Penggunaan kendaraan bertenaga listrik perlu mendapat dukungan berbagai pihak,...

Emmanuel Macron
HEADLINE NEWSKawasan Global

Tingkatkan Hubungan Bilateral, Presiden Prabowo Temui Presiden Macron di Istana Élysée Prancis

PRANCIS, Bisnistoday - Presiden RI, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan empat mata dengan...