www.bisnistoday.co.id
Minggu , 5 Juli 2026
Home EKONOMI Hari Habitat Dunia 2021: Dukung Pembangunan Gedung Ramah Lingkungan
EKONOMI

Hari Habitat Dunia 2021: Dukung Pembangunan Gedung Ramah Lingkungan

Kementerian PUPR mendorong pembangunan gedung ramah lingkungan seriring dengan peringatan Hari Habitat Dunia 2021, di Jakarta, Senin (4/10).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian PUPR mendorong implementasi pembangunan gedung secara berkelanjutan sejalan dengan peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia  Tahun 2021. Tema yang disepakati tahun ini adalah “Accelerating urban action for carbon free world Adapting Cities for Climate Resilience”.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan, pengalaman yang baik dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, yang tertuang dalam  New Urban Agenda, bukan hanya sebatas konsep atau teori yang tidak implementatif. 

“Namun merupakan kegiatan nyata berdampak dan bermanfaat luas, berkelanjutan, serta dapat direplikasi,” kata Menteri Basuki dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (4/10).

Hari Habitat Dunia diperingati oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap tahunnya, termasuk Indonesia. Khususnya pada Senin pekan pertama bulan Oktober 2021, peringatan ini sebagai komitmen dalam mengurangi emisi karbon, serta ajakan untuk melakukan aksi-aksi nyata dalam menghadapi fenomena perubahan iklim dan beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Berita Terkait : Hari Habitat Dunia Usung Kesetaraan Permukiman Layak Huni dan Sehat

Dirjen Cipta Karya, Diana Kusumastuti dalam pertemuan dengan media menuturkan, untuk mendukung pengurangan emisi karbon, Kementerian PUPR telah menerbitkan peraturan terkait pembangunan infrastruktur ramah lingkungan. Aturan tersebut, yakni Permen PUPR No. 9 tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Konstruksi Berkelanjutan dan Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau (BGH). 

Menurut Diana, secara fisik penerapan konsep BGH ini telah diwujudkan dalam pembangunan sejumlah gedung seperti, Gedung Kantor Kementerian PUPR, pasar tradisional, rumah susun hemat energi, termasuk dalam pemanfaatan energi terbarukan untuk pengoperasian bangunan gedung.

“Beberapa bangunan gedung yang didirikan di Kementerian PUPR sudah mendapatkan penghargaan tingkat ASEAN untuk kategori Energy Efficient Building pada Katagori Bangunan Tropis,” kata Diana. 

“Upaya mengurangi karbon dari sektor persampahan dilakukan dengan melanjutkan program-program pengelolaan sanitasi (air limbah domestik dan persampahan) melalui pelaksanakan kegiatan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,” terang Diana. 

Diana menambahkan, untuk pengelolaan persampahan dalam RPJMN 2020-2024 ditargetkan  80% sampah ditangani dan 20% pengurangan sampah. Dukungan yang diberikan oleh PUPR kepada pemerintah daerah untuk penanganan sampah berupa bantuan dalam penyediaan infrastruktur Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan  untuk mendukung pemenuhan target 20% pengurangan sampah dilakukan dengan mendukung penyediaan Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip Reuse, Reduce, and Recyle (TPS 3R) maupun penyediaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) setiap tahunnya,” kata Diana.

Berita Terkait : Hari Habitat Dunia 2020: Pengembangan Kota Butuh Daya Dukung Lingkungan Yang Memadai

“Selain pengurangan emisi karbon, Kementerian PUPR juga membangun infrastruktur yang membantu kota lebih tangguh dengan beradaptasi terhadap perubahan iklim, yaitu antara lain Terowongan Air Nanjung untuk atasi banjir di Kawasan Metropolitan Bandung; Tanggul Pantai Jakarta Utara untuk adaptasi sea level rise; Bendungan untuk irigasi dalam rangka menjamin ketahanan pangan; serta pemanfaatan sampah plastik untuk campuran aspal,” tutur Diana.

Pada kesempatan ini Putu Ayu Saraswati yang dinobatkan sebagai Putri Indonesia Lingkungan 2020 mengatakan, perubahan iklim merupakan sumber dari berbagai banyak bencana seperti banjir bandang, kenaikan permukaan laut, dan banyak jenis bencana alam lainnya yang merusak tempat tinggal dan lingkungan kita serta merenggut tidak sedikit nyawa manusia dan makhluk hidup lainnya. 

“Semua permasalahan tersebut sumbernya adalah perubahan iklim, dan kita memiliki andil yang sangat besar dalam memperburuk atau memperbaiki lingkungan ke depannya”, terangnya.

Putu Ayu Saraswati menekankan betapa pentingnya pengurangan emisi karbon di perkotaan, dan bagaimana kita semua memiliki peran yang sangat krusial untuk mengambil bagian dalam pengurangan emisi karbon ini,” karena di perkotaan merupakan pusat aktifitas masyarakat sehingga jumlah emisi karbon yang dihasilkan diperkotaan sangat tinggi,” jelasnya.

Peringatan Hari Habitat Dunia dan Kota Dunia tahun ini juga dimeriahkan oleh serangkaian kegiatan seperti lomba foto lomba video, penyusunan karya tulis dan webinar serta talkshow yang dilaksanakan dari tanggal 1 Oktober hingga 1 November 2021./ADV

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Agrinas Palma Bangun Model Kemitraan Koperasi Sawit

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjalin...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Digelar Masif, Kemenkop dan Dekopin Gelar Kick Off Bulan Koperasi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggelar...

Demam Piala Dunia di Bangladesh (dok: EFE/Mundo Deportivo)
EKONOMISport & Health

Bangladesh Kecipratan Cuan Piala Dunia

JAKARTA, Bisnistoday – Bangladesh memang tidak ikut serta di Piala Dunia 2026,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pengemudi Ojol Resmi Berstatus Pelaku Usaha Mikro

JAKARTA, Bisnistoday – Mulai 1 Juli 2026 pengemudi ojek online (ojol) roda...