www.bisnistoday.co.id
Selasa , 17 Maret 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional HUT ke-80 KAI: Kisah di Balik Roda Besi yang Menyatukan Negeri
Nasional

HUT ke-80 KAI: Kisah di Balik Roda Besi yang Menyatukan Negeri

PT KAI
PT Kereta Api Indonesia (Persero)./
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday –  Suara peluit panjang terdengar nyaring di Stasiun Bandung, disusul deru roda besi yang perlahan meninggalkan peron. Di balik suara itu, tersimpan kisah panjang perjalanan kereta api Indonesia yang kini genap berusia 80 tahun. Dari rel pertama di Semarang pada 1864, hingga bendera merah putih yang dikibarkan di kantor pusat Bandung tahun 1945, kereta api bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari denyut sejarah bangsa.

Bagi Rudi Hartono, seorang pensiunan masinis yang kini berusia 72 tahun, kereta api bukan hanya pekerjaan, tapi juga panggilan jiwa. “Saya ingat betul bagaimana dulu membawa kereta jarak jauh dengan penuh rasa tanggung jawab. Tidak hanya soal mengantarkan penumpang, tapi juga menjaga nama baik kereta api yang sudah jadi kebanggaan rakyat,” ujarnya dengan mata berbinar.

Cerita Rudi seolah menjadi pengingat bahwa kereta api lahir dari perjuangan. Pada 28 September 1945, para pejuang kereta api mengambil alih kekuasaan dari tangan Jepang. Sejak itulah, kereta api benar-benar menjadi milik rakyat, dan tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional.

Transformasi Digital

Kini, delapan dekade kemudian, wajah kereta api telah berubah drastis. Penumpang tak perlu lagi mengantre panjang di loket. Dengan satu genggaman di aplikasi Access by KAI, tiket bisa dipesan dalam hitungan detik. Bahkan, di stasiun-stasiun besar, pintu keberangkatan dilengkapi dengan face recognition boarding gate.

“Kalau dulu saya harus berebut tiket di loket, sekarang tinggal klik di ponsel. Mudah sekali,” kata Dwi, seorang penumpang KA Argo Parahyangan.

Transformasi itu juga terlihat dalam integrasi moda transportasi. Kereta api kini tersambung dengan LRT, Commuter Line, KA Bandara, hingga kereta cepat Whoosh, memberikan pilihan perjalanan yang lebih nyaman dan efisien.

Meski berubah, satu hal tetap sama: keandalan. Data KAI mencatat ketepatan waktu mencapai 99,50% untuk keberangkatan dan 96,32% untuk kedatangan sepanjang Januari–Agustus 2025. Angka ini menjadi bukti bahwa kereta api tetap jadi moda favorit di tengah mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.

Semangat Baru, Masa Depan Berkelanjutan

Di balik modernisasi ini, KAI tetap meneguhkan jati dirinya sebagai pemersatu bangsa. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan:

“Dengan mengusung tema Semangat Melayani, HUT ke-80 KAI pada 28 September 2025 menjadi momentum untuk meneguhkan warisan sejarah sekaligus menyalakan optimisme baru. Inovasi digital, layanan ramah pelanggan, hingga penguatan logistik adalah komitmen KAI membawa bangsa ini melaju semakin jauh.”

Lebih dari Sekadar Perjalanan

Kereta api bukan sekadar moda transportasi. Ia adalah ruang perjumpaan: seorang pedagang kecil yang membawa dagangan, mahasiswa yang pulang kampung, hingga keluarga yang menempuh perjalanan jauh bersama. Setiap kursi, setiap gerbong, menyimpan cerita tentang bagaimana rel besi menghubungkan manusia, kota, bahkan mimpi.

Delapan puluh tahun sudah kereta api menapaki perjalanan: dari instrumen kolonial, menjadi simbol perjuangan, hingga motor transformasi menuju Indonesia modern. Kini, roda besi itu terus berputar, membawa bangsa ini melaju ke masa depan dengan semangat yang tak pernah padam.//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Pemudik motor melonjak tahun 2023
Nasional

Perjalanan Jalur Pantura, Pemudik Diimbau Pilih Istirahat ke Masjid-Masjid Ramah Pemudik

CIREBON Bisnistoday - Jelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Menteri Perhubungan Dudy...

Nasional

Menyusuri SPKLU dari Banyuwangi ke Denpasar

Ini adalah pengalaman perjalanan menggunakan mobil listrik. Setelah menyelesaikan perjalanan hari pertama...

Nasional

Lulusan IPDN Disiapkan Wujudkan Standar Pelayanan Minimal di Daerah

JAKARTA, Bisnistoday- Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Dr Halilul Khairi Msi,...

Lahan Sawah
Nasional

Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi

JAKARTA, Bisnistoday  - Pemerintah akan menetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) di...