JAKARTA, Bisnistoday- Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali lesu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 52,04 poin ke posisi 5.964,92, sementara indeks LQ-45 turun 10,56 poin ke posisi 892,18.
Pelemahan IHSG lebh banyak dipengaruhi sentimen negatif dari dalam negeri yakni pengetatan perjalanan mudik Lebaran. “Sementara dari eksternal sebenarnya cukup positif,” kata analisIndo Prepier Sekuritas, Mino di Jakarta, Senin (26/4).
Di awal perdagangan, IHSG sempat menguat. Namun penguatan tak berlangsung lama, dan terus melamah hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor terkoreksi dengan sektor keuangan turun paling dalam yaitu minus 1,8 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor infrastruktur masing-masing minus 1,73 persen dan minus 0,81 persen.
Sedangkan empat sektor meningkat dengan sektor energi naik paling tinggi yaitu 1,05 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor properti masing-masing 0,91 persen dan 0,51 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp226,88 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 877.349 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,18 miliar lembar saham senilai Rp9,96 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 304 saham menurun, dan 139 saham tidak bergerak nilainya.
Rupiah Menguat
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat seiring spekulasi pasar terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat The Fed.
Rupiah ditutup menguat 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.485 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.525 per dolar AS.
“Sentimen pelemahan dolar AS berlanjut di tengah spekulasi bahwa Gubernur The Fed Jerome Powell akan menghindari pembicaraan pengurangan pembelian obligasi pada pertemuan kebijakan pekan ini,” tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya./


