www.bisnistoday.co.id
Rabu , 24 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI IHSG Kembali Tembus Level Psikologis 6.000 Poin
BURSA & KORPORASI

IHSG Kembali Tembus Level Psikologis 6.000 Poin

IHSG pada perdagangan Kamis (06/7) ditutup menguat.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (1/7) ditutup menguat, 20,47 poin ke posisi 6.005,96. Sementara Indeks LQ45 naik 2,28 poin ke posisi 847,12.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana di Jakarta, Kamis, mengatakan, dengan ditutupnya IHSG di atas level 6.000, secara teknikal IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya.

“Adapun yang menjadi sentimen IHSG hari ini dengan akan diberlakukannya PPKM Darurat yang kami perkirakan hal ini sedikit banyak akan berpengaruh ke pergerakan IHSG meskipun tidak seburuk pada saat adanya PSBB waktu lalu,” ujar Herditya seperti dikutif Antara.

Selain itu pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh rilis data inflasi Juni secara tahunan yang turun menjadi 1,33 persen.

Sedangkan dari global, sentimen datang dari rilis data ekonomi China yang cenderung lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Dibuka menguat, IHSG menghabiskan waktu di teritori positif, meski sempat melemah pada akhir sesi pertama dan awal sesi kedua perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dengan sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 1,92 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor barang konsumen non primer masing-masing 1,87 persen dan 1,22 persen.

Sedangkan tiga sektor terkoreksi dengan sektor infrastruktur turun paling dalam yaitu minus 1,04 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor keuangan masing-masing minus 0,18 persen dan minus 0,12 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp226,91 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.170.264 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,57 miliar lembar saham senilai Rp10,77 triliun. Sebanyak 215 saham naik, 259 saham menurun, dan 163 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 84,49 poin atau 0,29 persen ke 28.707,04, Indeks Shanghai turun 2,42 poin atau 0,07 persen ke 3.588,78, dan Indeks Straits Times meningkat 3 poin atau 0,1 persen ke 3.127,46.

Rupiah Melemah

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah, seiring pengumuman akan diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Rupiah ditutup melemah 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.503 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.500 per dolar AS.

“Dari domestik, pelaku pasar terfokus ke PPKM darurat apalagi setelah kasus COVID-19 tembus 21.000,” kata Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia.

Pemerintah mulai akan melakukan pengetatan aktivitas dalam rangka PPKM Darurat di Jawa dan Bali, termasuk mengharuskan bekerja dari rumah dan mal ditutup, mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2020.

Cakupan area PPKM Darurat sendiri akan terbagi atas 48 kabupaten/kota dengan situasi pandemi level 4 dan 74 kabupaten/kota dengan situasi pandemi level 3 di Pulau Jawa dan Bali.

“Sementara kalau dari global, yang dicermati investor adalah data tenaga kerja AS setelah pernyataan (Ketua Fed) Powell bahwa inflasi bukan satu-satunya penentu perubahan kebijakan moneter,” ujar Nikolas.

Data tenaga kerja AS versi perusahaan swasta Automatic Data Processing (ADP) dirilis lebih bagus dari ekspektasi pasar semalam. ADP menyampaikan terdapat penambahan 692.000 pekerja pada Juni, melebihi ekspektasi pasar 550.000 pekerja.

Dengan hasil data tersebut, pasar berekspektasi data tenaga kerja AS versi pemerintah yang akan dirilis pada Jumat (2/7) akan menunjukkan data yang juga lebih bagus dari ekspektasi.

Data tenaga kerja yang membaik menjadi salah satu pertimbangan The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneternya, di samping data inflasi.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 92,501, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 92,436.

Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,48 persen, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,444 persen.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.510 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.503 per dolar AS hingga Rp14.550 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp14.539 dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp14.542 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...

GEDUNG BEI
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Masih Selektif, Tren “Bearish” Masih Menyelimuti IHSG

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan pasar saham diperkirakan masih berlanjut pasca rebalancing MSCI...

eBay (dok: usplash/appshunter-io)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisKorporasiOtomotif & Tekno

GameStop Akuisisi eBay Senilai Rp975 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika...

BursaBURSA & KORPORASIHEADLINE NEWS

Astra Tebar Deviden Fantastis Rp15,6 Triliun, Pemegang Saham Perseoran Raup Rp292 Per Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Astra International Tbk  (Astra) berhasil mencetak laba bersih...