JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 28,56 poin atau 0,41 persen ke posisi 6.858,41pada perdagangan Senin (25/7). Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 6,91 poin atau 0,71 persen ke posisi 967,13. Penurunan IHSG, dimotori saham-saham dari sektor teknologi.
“IHSG bergerak fluktuatif yang tampaknya terpengaruh dari sentimen eksternal dan internal,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Senin.
“Dari eksternal, mayoritas regional Asia cenderung melemah hal seiring sikap pelaku pasar dan investor yang menanti hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting 26 Juli sampai 27 Juli 2022, dimana The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya yang diprediksi sebesar 75 basis poin,” tuturnya.
Sentimen lainnya datang dari China. Di tengah upaya penyelesaian utang kasus perusahaan properti terbesar di China yaitu Evergrande, pasar dikejutkan oleh kabar dari petinggi Evergrande yang terganjal kasus kesalahan dalam mengatur restrukturisasi utangnya.
Dimana CEO dan CFO perusahaan tersebut diduga terlibat terkait pinjaman yang dijamin oleh unit properti Evergrande yang dialihkan kembali ke grup.
Sementara Presiden China mengambil tindakan keras terhadap perusahaan-perusahaan swasta yang melakukan aksi akuisisi dan para taipan yang memanfaatkan situasi ini demi keuntungan.
Sentimen Dalam Negeri
Dari dalam negeri, investasi pada sektor manufaktur mengalami kenaikan dari Rp167,1 triliun pada semester I 2021 menjadi Rp230,8 triliun pada semester I-2022. Hal itu memberikan indikasi kondisi dalam negeri masih memiliki daya tarik bagi para investor untuk berinvestasi di Indonesia.
Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak melemah. Saham-saham yang mendominasi penguatan yaitu ADRO, UNTR, TOWR, TLKM, CPIN. Sedangkan saham-saham yang mendominasi pelemahan yakni GOTO, EMTK, BMRI, MDKA, BBRI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.272.479 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,27 miliar lembar saham senilai Rp9,35 triliun. Sebanyak 238 saham naik, 280 saham menurun, dan 162 tidak bergerak nilainya./Ant


