www.bisnistoday.co.id
Kamis , 30 April 2026
Home EKONOMI Pemerintah Mesti Mitigasi Potensi Stagflasi
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Mesti Mitigasi Potensi Stagflasi

Pengangguran meningkat
RISIKO STAGFLASI : Ekonomi Dunia tengah memperlihatkan perlambatan serta mendorong angka pengangguran sehingga sulita menghindarkan terjadi stagflasi.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Bank Indonesia mengingatkan adanya potensi terjadi stagflasi apabila terjadi tekanan krisis global berkepanjangan. Penyebab risiko stagflasi, menurut Kepala Grup Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Wira Kusuma yakni pandemi COVID-19, ketegangan geopolitik berkepanjangan, proteksionisme hingga gangguan rantai pasok.

“Empat hal ini menyebabkan ada risiko stagflasi, empat isu ini membuat dinamika ekonomi global menjadi sedikit berubah,” ujarnya dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (25/7).

Wira menjelaskan bahwa saat ini sudah ada perbaikan COVID-19 melalui penanganan yang sangat baik di seluruh dunia. Namun, masih ada risiko yang berlanjut dengan munculnya beberapa varian meskipun tidak seberat varian-varian sebelumnya.

Baca juga : Anis Matta : Ancaman Krisis Ekonomi Makin Serius

Hal kedua, ketegangan geopolitik yang masih berkepanjangan dan di luar perkiraan turut memberi goncangan pada perekonomian global.Lalu munculnya tren proteksionisme yang dilakukan negara-negara untuk mengamankan pasokan global serta gangguan rantai pasokan atau supply chain disruption berdampak pada PDB dunia yang saat ini perlahan menurun.

“Kemudian harga-harga komoditas global juga meningkat dengan adanya proteksionisme dan supply chain disruption menyebabkan inflasi global meningkat,” terangnya.

Menurut Wira, empat faktor tersebut membuat perekonomian global mengalami tekanan. Risiko stagflasi meningkat disertai dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Berbagai negara terutama di advance ekonomi seperti Amerika Serikat, merespons peningkatan inflasi tersebut dengan pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif sehingga menahan pemulihan ekonomi dan meningkatkan risiko stagflasi.

The Fed Rate

BI bahkan memprediksi Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin pada Juli 2022. Begitu juga dengan Bank Dunia yang merevisi pertumbuhan ekonomi dunia turun menjadi 2,9 persen dari yang sebelumnya 3,2 persen.

Kendati terdapat gejolak dalam perekonomian global, Bank Indonesia yakin perbaikan ekonomi domestik akan terus berlanjut. Pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan berada dalam kisaran 4,5-3,3 persen. Optimisme tersebut didukung oleh komponen-komponen dari PDB seperti konsumsi rumah tangga yang mulai meningkat mencapai 4,34 persen pada triwulan 1, setelah sebelumnya berada pada 3,55 persen. 

“Sementara kita lihat ekspor nonmigas juga masih tinggi ya sampai saat ini. Nah kita masuk ke neraca pembayaran, current account deficit juga surplus,” tuturnya.

Begitu juga dengan inflasi, meskipun tercatat tinggi pada Juni 2022 di level 4,35 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya 3,55 persen (yoy), namun inflasi inti tetap terjaga sebesar 2,63 persen (yoy).

“Nah inilah yang menyebabkan dasar dari respons kebijakan. Proyeksi PDB Indonesia ini improving terus ya di 2022 ini kita proyeksikan 4,5- 5,3 persen,” ucap Wira./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Mou Pengembangan Bioetanol (dok PTPN)
EKONOMIEnergi

Kementan dan ESDM Percepat Hilirisasi Pertanian dan Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam mempercepat program hilirisasi pertanian...

Dirut Jasa Marga
Ekonomi & Bisnis

Pendapatan Usaha Tumbuh 10,4%, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I Tahun 2026

JAKARTA, Bisnistoday -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mengawali tahun 2026...

Sinergi Pengembangan Bioetanol (Dok PTPN)
EKONOMI

PTPN, Pertamina dan Medco Sinergi Kembangkan Bioetanol

JAKARTA, Bisnistoday - Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) (PTPN...

Donald Trump
EKONOMI

Sistem Pengamanan Presiden Donald Trump Dipertanyakan

JAKARTA, Bisnistoday - Sabtu (25/4/2026) lalu pukul 14.00 waktu setempat, Hotel Washington...