JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya di tengah derasnya arus dana asing yang keluar dari pasar saham domestik. Pada perdagangan Selasa (10/2), IHSG ditutup naik 99,86 poin atau 1,24% ke level 8.121,74, ditopang oleh penguatan saham-saham berkapitalisasi besar.
Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menyebut kenaikan indeks terutama didorong performa solid emiten unggulan seperti ASII dan BMRI. Meski demikian, ia menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa tren penguatan akan berlanjut secara konsisten dalam waktu dekat.
Di sisi lain, tekanan dari investor asing masih membayangi pasar. Saham BBCA tercatat mengalami aksi jual asing signifikan dengan nilai mencapai Rp328 miliar dalam satu hari perdagangan. Secara keseluruhan, pasar reguler mencatat net foreign outflow sebesar Rp917 miliar, melanjutkan tren arus keluar dana asing sejak awal tahun yang telah mencapai sekitar Rp11,7 triliun.
Menariknya, penguatan IHSG terjadi bersamaan dengan apresiasi nilai tukar rupiah yang sempat bergerak di bawah level Rp16.800 per dolar AS. Sementara itu, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) sedikit meningkat ke kisaran 6,45%, namun tetap berada di bawah 6,5% berkat tingginya permintaan dari investor institusi domestik seperti perbankan, dana pensiun, perusahaan asuransi, dan manajer investasi.
Kondisi ini menunjukkan pasar saham Indonesia masih memiliki daya tahan kuat meski menghadapi tekanan eksternal. Dukungan investor domestik serta stabilitas pasar obligasi menjadi faktor penting yang menjaga sentimen positif di tengah ketidakpastian global./

