Press "Enter" to skip to content

IHSG Menguat, Rupiah Melemah Tipis

IHSG Pada Perdagangan saham di BEI, Rabu (9/6) ditutup menguat, sementara rupiah melemah tipis

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (9/6) ditutup menguat 48,11 poin atau 0,8 persen ke posisi 6.047,48. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,07 poin atau 0,46 persen ke posisi 898,91.

Analis Foster Asset Management, Suharto di Jakarta, Rabu, mengatakan penguatan IHSG didorong oleh sektor keuangan di mana kredit perbankan kini mulai tumbuh positif.

“Tapi masih ada tantangan yang harus dihadapi IHSG dalam minggu ini yakni isu global mengenai tapering off dari The Fed dan kebijakan fiskal Indonesia mengenai pengenaan tarif PPN kepada korporasi,” ujar Suharto seperti dikutif Antara,

Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat dan terus berada di teritori positif sepanjang sesi pertama dan sesi kedua perdagangan saham hingga akhirnya ditutup naik.

Baca juga : Aksi Beli Asing Berlanjut, IHSG Menguat

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor terkoreksi dimana sektor kesehatan turun paling dalam yaitu minus 0,97 persen, diikuti sektor properti & real estate dan sektor infrastruktur masing-masing minus 0,67 persen dan minus 0,56 persen.

Sedangkan saham enam sektor meningkat dimana sektor transportasi dan logistik naik paling tinggi yaitu 4,96 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang baku masing-masing 3,77 persen dan 1,99 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp229,1 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.266.793 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,4 miliar lembar saham senilai Rp12,69 triliun. Sebanyak 245 saham naik, 259 saham menurun, dan 135 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 102,76 poin atau 0,35 persen ke 28.860,8, indeks Hang Seng turun 38,75 poin atau 0,13 persen ke 28.742,63, dan indeks Straits Times terkoreksi 9,05 poin atau 0,29 persen ke 3.158,09.

Rupiah Melemah Tipis

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 2 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.255 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.253 per dolar AS. “Investor menunggu data inflasi AS yang akan datang sambil mencerna data inflasi yang dirilis oleh China,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.

Baca juga : Kuartal II 2021, Target Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen

Indeks harga konsumen (CPI) China pada Mei di bawah perkiraan yaitu 1,3 persen (yoy). Sedangkan, indeks harga produsen (PPI) tumbuh lebih baik dari perkiraan yaitu 9 persen (yoy).

Investor terus bertaruh terhadap dolar tetapi tetap khawatir tentang apakah bank sentral AS The Fed akan mulai menarik langkah-langkah stimulus mereka yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Beberapa investor memperkirakan bahwa inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan di AS dapat mendorong bank sentral untuk mulai mengurangi pembelian aset mereka dan memberikan dorongan pada dolar./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *