JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (10/11) ditutup terkoreksi 103,25 poin ke posisi 6.966,84. Sementara indeks LQ45 turun 17,56 poin ke posisi 991.65. Pelaku pasar menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).
Senior Investmen Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji mengatakan, pelaku pasar menanti hasil pemilu sela AS. Sementara itu, belum ada katalis positif dari dalam negeri.
Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 2,3 persen, diikuti sektor energi dan sektor perindustrian masing-masing minus 1,97 persen dan minus 1,94 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ZATA, BSBK, KJEN, KRYA, dan MEDS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NANO, MEDC, PDPP, APLN, dan BABP. .
Untuk saham-saham LQ45 yang mengalami penguatan terbesar yaitu INTP, KLBF, SMGR, TPIA, dan UNVR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GOTO, BBRI, BBCA, UNTR, dan ADRO.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.363.591 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,22 miliar lembar saham senilai Rp12,84 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 421 saham menurun, dan 151 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 270,33 atau 0,98 persen ke 27.446,1 indeks Hang Seng turun 277,48 atau 1,7 persen ke 16.081,04, indeks Shanghai terkoreksi 12,04 poin atau 0,39 persen ke 3.036,13, dan indeks Straits Times menguat 8,29 poin atau 0,26 persen ke 3.173,79./








































