Para ilmuwan Tiongkok baru-baru ini menemukan fosil ikan cyprinid baru di tengah Cekungan Lunpola di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, Tiongkok barat laut. Wilayah ini terletak pada ketinggian rata-rata 4.600 meter.
Temuan ini menunjukkan bahwa keanekaragaman ikan air tawar di dataran tinggi tersebut sangat tinggi, terutama pada periode antara 18 dan 15 juta tahun yang lalu.
Tim peneliti dari Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi serta Institut Hidrobiologi Tiongkok, melakukan studi perbandingan terperinci pada spesimen fosil yang berada di lokasi temuan.
Setelah pemeriksaan morfologi menyeluruh dan membandingkan dengan spesimen ikan modern, para peneliti mengonfirmasi bahwa fosil-fosil ini termasuk dalam famili Cyprinidae .
Menurut para peneliti temuan fosil itu kemungkinan mewakili dua jenis baru yang berbeda dari cyprinid lain dari periode yang sama.
Spesimen Lunbori adalah tulang sirip berduri yang tidak lengkap. Cirinya lainnya adalah gerigi yang memanjang hingga pangkal tulang sirip. Spesimen Chebuli mencakup fosil tengkorak yang tidak lengkap dan fosil kerangka yang tidak lengkap.
Spesimen-spesimen ini menunjukkan perbedaan morfologis yang jelas dari penemuan fosil ikan Kenozoikum di Tibet sebelumnya.
Temuan baru ini mengungkapkan bahwa daerah pedalaman Dataran Tinggi Qinghai-Tibet selama periode Paleogen akhir dan Neogen awal, menjadi habitat bagi ikan cyprinin dengan keanekaragaman yang lebih besar daripada sekarang.
Temuan ini juga menunjukkan iklim purba yang hangat cocok untuk kelangsungan hidup mereka selama periode tersebut.
Asia Timur terkenal dengan keanekaragaman ikan air tawar yang luar biasa, menjadikannya salah satu wilayah terkaya di dunia dalam hal keanekaragaman hayati perairan.
Keanekaragaman Ikan
Menurut Wu Feixiang, penulis utama studi yang diterbitkan dalam jurnal Acta Geologica Sinica, fauna ikan Asia Timur modern umumnya terkait erat dengan peristiwa iklim besar.
Dataran Tinggi Qinghai-Tibet memiliki dampak signifikan pada lingkungan iklim modern Asia Timur dan pembentukan fauna ikannya.
Dataran tinggi ini tidak hanya berfungsi sebagai “sumber air” bagi ikan, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan angin muson barat di Asia dan curah hujan.
Selain itu, dataran tinggi ini telah melahirkan beberapa kelompok ikan dataran tinggi endemik. Oleh karena itu, penelitian tentang sejarah evolusi ikan pada masa Senozoikum di wilayah ini, menjadi landasan penting untuk memahami pola perkembangan fauna ikan air tawar Asia Timur .
Famili Cyprinidae adalah famili ikan air tawar modern terbesar. {ola distribusinya serta sejarah evolusinya juga dianggap terkait erat dengan pengangkatan Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dan pembentukan monsun Asia. (Xunhua//)



