www.bisnistoday.co.id
Minggu , 23 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Imbal Hasil Obligasi AS Naik, Kurs Rupiah Merosot
BursaBURSA & KORPORASI

Imbal Hasil Obligasi AS Naik, Kurs Rupiah Merosot

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (27/2) merosot
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (27/2) turun 42 poin ke posisi Rp15.270 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp15.228 per dolar AS. Tergelincirkan kurs rupiah kali ini seiring naiknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Analis DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan, kurs rupiah diperkirakan melemah tertekan penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi AS.

Lukman mengatakan imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun mencapai level tertinggi dalam hampir empat bulan di posisi 4,811 persen sedangkan tenor 10 tahun di posisi 3,939 persen.

Dolar AS menguat setelah data inflasi terkait Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang jauh lebih kuat dari perkiraan, melanjutkan rentetan data ekonomi AS yang kuat.

Indeks PCE, pengukur inflasi pilihan Bank Sentral AS atau The Fed, melonjak 0,6 persen bulan lalu setelah naik 0,2 persen pada Desember, menurut data pada Jumat (24/2/2023).

Data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS akan berlanjut, mendukung dolar AS menguat dan imbal hasil imbal hasil obligasi pemerintah AS naik.

The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 21-22 Maret 2023, meskipun beberapa analis melihat kemungkinan kenaikan 50 basis poin jika inflasi tetap tinggi dan pertumbuhan tetap kuat.

Selain itu, Lukman menuturkan pasar menantikan pada Rabu rilis data inflasi bulan Februari Indonesia yang diperkirakan kembali menurun, dan itu akan mendukung rupiah.

Untuk jangka panjang, revisi Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2019 mengenai Devisa Hasil Ekspor (DHE) masih akan mendukung rupiah.

Rupiah pada pagi hari turun ke posisi Rp15.247 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.245 per dolar AS hingga Rp15.296 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp15.247 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.216 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...