JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia Solid Waste Association (InSWA) menilai permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia sekarang sudah dalam kondisi gawat darurat. Hal ini, terbukti dengan banyaknya permasalahan mendasar dalam pengelolaan sampah yang sudah berlangsung lama dan belum ada solusi yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan.
Kondisi tersebut ditegaskan oleh Sri Bebassari saat peluncuran buku “Kebersihan adalah Investasi, Sampahku Tanggung jawabku, sebuah filosofi dan panduan pengelolaan sampah untuk lingkungan bersih dan sehat” di Jakarta, Minggu (3/7).
“Baik urusan teknis maupun tata kelolanya, diantaranya peraturan, kelembagaan, pendanaan dan sosial budaya. Dan disaat yang bersamaan, pemahaman dan paradigma pengelolaan sampah masih sering keliru dengan penekanan pada “sampah adalah sumber daya” versus “sampah adalah tanggung jawab”, hal ini perlu diluruskan agar kebijakan pengelolaan sampah tidak salah arah. Dalam buku ini akan dibahas filosofi pengelolaan yang benar,” ungkap Sri Bebassari Direktur Indonesia Solid Waste Association (InSWA) melalui keteranganya, di Jakarta, Minggu.
Melalui buku “Kebersihan adalah Investasi, Sampahku Tanggung jawabku, sebuah filosofi dan panduan pengelolaan sampah untuk lingkungan bersih dan sehat” Sri Bebassari mengutarakan, ingin memberikan kontribusi dan sumbangan pemikiran untuk memperkaya sudut pandang dan cara berpikir dalam menetapkan kebijakan pengelolaan sampah.
Filosofi ini, lanjut Sri Bebassari, juga dirasa masih kurang populer di Pemerintah bahkan Masyarakat. Penyediaan sistem pengelolaan sampah yang baik masih belum menjadi prioritas banyak Pemerintah Kabupaten / Kota di Indonesia.
Selain itu juga, menurut Sri Bebassari, masih banyak pihak yang belum menyadari bahwa pengelolaan sampah membutuhkan biaya yang besar, sehingga pengelolaan sampah merupakan investasi, dimana manfaat utama yang akan didapatkan adalah peningkatan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan masa kini dan mendatang.
“Berbicara tentang pengelolaan sampah, maka perlu membahasnya dengan pendekatan 5 aspek meliputi aspek peraturan, kelembagaan, pendanaan, sosial budaya dan teknologi. Namun demikian, kelima Aspek Pengelolaan Sampah ini dapat tercapai apabila didukung Political Will dari Pemerintah Pusat dan Daerah,” urainya./







































