www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Investor Ambil Untung, Kurs Rupiah Melemah
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Ambil Untung, Kurs Rupiah Melemah

Rupiah pada perdagangan Rabu (12/06) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (25/01) ditutup melemah 78 poin ke posisi Rp14.965 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.888 per dolar AS.

Analis DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah tertekan oleh short-term profit taking dan technical pullback. Investor mengambil untung menyusul penguatan tajam pada rupiah beberapa waktu lalu.

“Selain itu, investor juga menghindari risiko menjelang rilis data penting ekonomi AS dan FOMC (Pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal) pekan depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Revandra Aritama seperti dilansir Antara, mengatakan pelemah rupiah  juga berasal dari Eropa yang mulai menunjukkan perbaikan ekonomi ditopang oleh mulai turunnya harga komoditas energi.

Revandra mengatakan membaiknya ekonomi Eropa memberikan keuntungan bagi emerging market termasuk Indonesia. Selain itu sentimen terhadap melambatnya kenaikan suku bunga The Fed juga semakin kencang sehingga memberikan tekanan bagi dolar AS.

Membaiknya kondisi ekonomi negara-negara Eropa memberikan sentimen investor untuk mulai kembali berani mengambil risiko lebih dengan berinvestasi di negara berkembang.

Selain itu, membaiknya ekonomi Eropa juga berarti meningkatnya konsumsi dari negara Eropa sehingga perdagangan luar negeri negara-negara tersebut juga kembali aktif. Negara eksportir akan mendapatkan keuntungan dari bergeliatnya kembali ekonomi negara Eropa, termasuk Indonesia.

Survei menunjukkan aktivitas bisnis zona euro secara mengejutkan kembali ke pertumbuhan moderat pada Januari, dan aktivitas sektor jasa di Jerman berkembang untuk pertama kalinya sejak Juni, meskipun tekanan harga tetap kaku.

Data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan di Eropa telah meredakan kekhawatiran pasar akan resesi tajam di zona euro karena harga energi turun, meskipun suku bunga masih diperkirakan merangkak naik.

Euro bertahan di dekat puncak sembilan bulan terhadap dolar, karena perdagangan didorong oleh prospek pertumbuhan yang lebih cerah untuk zona euro terhadap tanda-tanda resesi yang menjulang di Amerika Serikat.

Sedangkan di Amerika Serikat, prospek yang lebih suram terungkap sebagai tanda-tanda perlambatan ekonomi, sebagai akibat dari kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve tahun lalu mulai terlihat.

Rupiah pada pagi hari dibuka turun ke posisi Rp14.925 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.925 per dolar AS hingga Rp14.975 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu turun ke posisi Rp14.958 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.930 per dolar AS pada Selasa (24/1)./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...