BOGOR, Bisnistoday – PT Waskita Toll Road (WTR) merupakan anak perusahaan dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang bergerak dalam investasi jalan tol makin fokus menjalan bisnis jalan tol. Hal ini ditunjukkan bahwa kualitas jalan tol yang digarap dan dioperasikan Waskita Toll Road makin diminati para investor jalan tol.
Hingga tahun 2022, WTR telah berhasil mendivestasi sebagian dari ruas tol yang dimiliki sebagai bentuk asset recycle. Adapun total proceed yang diterima dari divestasi tersebut sebesar Rp9,24 Triliun. Ruas – ruas tol yang berhasil didivestasi di antaranya ruas tol Solo – Ngawi dan Ngawi – Kertosono, ruas tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi, ruas tol Semarang – Batang, ruas tol Cinere – Serpong, dan ruas tol Cibitung – Cilincing.
“Divestasi merupakan sebuah prestasi bagi kami. Ini merupakan bukti bahwa ruas – ruas tol WTR memiliki value yang tinggi di mata investor, baik lokal maupun asing. Proceed yang kami dapatkan akan digunakan untuk menyelesaikan proyel ruas tol yang sedang dibangun. Selain itu, divestasi yang telah kami lakukan juga dapat membantu transformasi bisnis Waskita Karya sebagai perusahaan induk kami,” ungkap Direktur Utama WTR, Septiawan Andri Purwanto dalam kegiatan media gathering di Bogor, kemarin.
Seperti diketahui, Waskita Toll Road didirikan pada tahun 2014 sebagai salah satu upaya memenuhi target Presiden Jokowi yaitu untuk membangun jalan tol dengan panjang keseluruhan mencapai 1.000 Km. Hingga sekarang, WTR telah berhasil menjalankan tugasnya sebagai developer jalan tol dengan kepemilikan 18 ruas tol dengan total panjang mencapai 1.018 Km yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatera.
Saat ini, terdapat 12 tol yang masih dimiliki oleh WTR dengan total panjang mencapai 653,69 Km. Sejumalh ruas tol dengan saham mayoritas antara lain; ruas tol Kanci – Pejagan, Pejagan – Pemalang, dan Pasuruan – Probolinggo yang merupakan bagian dari ruas tol Trans Jawa, ruas tol Krian – Legundi – Bunder – Manyar, ruas tol Pemalang – Batang, ruas tol Cimanggis – Cibitung, ruas tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu, ruas tol Ciawi – Sukabumi dan ruas tol lainnya.
Dukungan Pemerintah
Septiawan Andri Purwanto menuturkan, pada akhir tahun 2021 Waskita Toll Road mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,9 Triliun. PMN tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan beberapa ruas tol yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi. Septiawan Andri Purwanto menyampaikan bahwa ada rencana tambahan PMN di tahun ini.
“Setelah mendapat PMN di akhir tahun 2021, rencananya tahun ini kami akan mendapatkan tambahan PMN sebesar Rp3 Triliun.
Dengan dana tersebut, kami berupaya semaksimal mungkin untuk segera menyelesaikan proyek ruas tol yang sedang berjalan konstruksinya, agar dapat segera beroperasi, seperti ruas tol Kayu Agung – Palembang – Betung tahap II yang sedang dibangun, diharapkan bisa segera diselesaikan.
“PMN yang diterima juga tentunya akan meningkatkan kinerja keuangan Badan Usaha Jalan Tol yang sudah beroperasi sebagian. Hal ini juga akan berdampak pada perbaikan kinerja keuangan WTR dan juga Waskita Karya secara keseluruhan,” jelas Septiawan.
Standar Pelayanan Jalan Tol
Dalam mempersiapkan Hari Raya Idul Fitri, Septiawan Andri Purwanto mengatakan, seluruh BUJT kerap melakukan pemeliharaan dan perbaikan rutin pada jalan tol. Ini guna memastikan kondisi jalan tol baik dan aman digunakan, serta dilengkapi dengan perambuan dan fasilitas jalan tol yang memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol.
Begitupun, lanjut Septiawan, BUJT juga bekerjasama dengan pengelola Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau Rest Area pada jalan tol untuk terus menjaga kebersihan dan kualitas Rest Area.
Selain itu, telah disiagakan mobil patroli 1×24 jam untuk memastikan kondisi badan jalan dan lalu lintas aman, kendaraan derek, petugas call center, petugas rescue, dan petugas keamanan lalu lintas untuk menghadapi potensi arus mudik. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi arus mudik tetap lancar dan nyaman.
Penertiban Kendaraan Obesitas
Dalam mengelola jalan tol, lanjut Septiawan Andri Purwanto, WTR bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dimiliki selalu berupaya untuk memberikan pelayanan dan kualitas jalan tol yang terbaik, salah satunya dengan menanggulangi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) atau kendaraan bermuatan dan berukuran lebih yang melintas di jalan tol. Hal ini dilakukan akibat banyaknya kerusakan badan jalan yang disebabkan oleh kendaraan ODOL tersebut.
Septiawan menambahkan, sebagai upaya pencegahan, WTR akan segera memasang mesin Weigh in Motion (WIM) pada gerbang masuk jalan tol untuk dapat lebih mudah mendeteksi kendaraan ODOL yang akan masuk. Sebagai contoh tindakan penanggulangan ODOL, PT Waskita Sriwijaya Tol (WST), salah satu BUJT milik WTR selaku pengelola ruas tol Kayu Agung – Palembang – Betung (Kapal Betung) yang telah bekerjasama dengan Satlantas dan Perhubungan Sumatera Selatan dalam menangani ODOL yang melintas./


