JAKARTA, Bisnistoday- Kebijakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan tingkat suku bunga acuan disambut positif pelaku pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat.
Pada perdagangan Kamis (22/7) IHSG ditutup menguat 107,57 poin ke posisi 6.137,55. Sementara indeks LQ45 naik 15,62 poin ke posisi 857,04.
“Pergerakan IHSG yang cenderung menguat sepanjang perdagangan hari ini mengiringi optimisme pelaku pasar terhadap kebijakan moneter dari Bank Indonesia yang dinilai dapat mendukung stabilitas pasar keuangan,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (22/7).
Baca juga : Revisi Pertumbuhan Ekonomi Direspon Negatif Pelaku Pasar, IHSG Kembali Melemah
Seperti diketahu bawa Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate tetap berada pada 3,5 persen. Keputusan tersebut seiring dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga, serta upaya untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional.
Pelaku pasar saham Asia juga merespon positif rilis kinerja keuangan perusahaan di Amerika yang mencerminkan adanya prospek pemulihan ekonomi meskipun saat ini penyebaran virus corona masih menyelimuti pergerakan pasar saham global.
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak naik dan berada di zona hijau baik pada sesi pertama dan juga sesi kedua hingga akhirnya ditutup naik.
Baca juga : IHSG dan Rupiah Kembali Melemah, Pasar Khawatir Dampak Kebijakan The Fed
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat dimana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 3,34 persen, diikuti sektor energi dan sektor perindustrian masing-masing 3,16 persen dan 2,69 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor kesehatan sebesar minus 0,47 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp779,52 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.515.025 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,7 miliar lembar saham senilai Rp11,66 triliun. Sebanyak 333 saham naik, 174 saham menurun, dan 141 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Shanghai menguat 12,07 poin atau 0,34 persen ke 3.574,73, indeks Hang Seng naik 499,26 poin atau 1,83 persen ke 27.723,84, dan indeks Straits Times meningkat 40,26 poin atau 1,29 persen ke 3.159,26.
Rupiah Menguat
Sementara kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 60 poin atau 0,41 persen ke posisi Rp14.483 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.543 per dolar AS.
“Minat pasar terhadap risiko meningkat dalam dua hari terakhir ini dengan kenaikan indeks saham global. Pasar optimis terhadap performa perusahaan dan ekonomi ke depan,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra seperti dilansir Antara di Jakarta, Kamis.
Baca juga : Pasar Khawatirkan Naiknya Kasus Covid-19, IHSG Kembali Melemah
Dari eksternal, bursa ekuitas AS pada Rabu (21/7) kembali ditutup menguat merespon laporan keuangan emiten kuartal II 2021 yang di atas estimasi dan optimisme baru terkait pemulihan ekonomi AS memicu investor kembali pada aset berisiko.
Meski demikian, investor tetap berhati-hati di tengah kekhawatiran inflasi dan kekhawatiran tentang varian delta yang sangat menular.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 92,783. Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,298 persen.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate tetap berada pada 3,5 persen.
Baca juga : BI Putuskan Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen
Keputusan bank sentral tersebut seiring dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga, serta upaya untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.500 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.483 per dolar AS hingga Rp14.517 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp14.508 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.554 per dolar AS./









































